Permainan Terlalu Rumit, Gamer Boikot FIFA 18

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Nov 2017 21:16 WIB
game
Permainan Terlalu Rumit, Gamer Boikot FIFA 18
Tampilan dalam game FIFA 18.

Jakarta: Sebuah game harusnya memiliki mode permainan yang menantang pemainnya sehingga membuat adiksi. Anehnya game sepakbola FIFA 18 justru membuat permainan sangat rumit dan Bikin kesal.

Saking kesalnya, gamer di Amerika Serikat menyerukan gerakan memboikot penjualan game FIFA 18 dalam acara diskon Black Friday yang digelar kemarin di Amerika Serikat. Kampanye #FixFifa telah beredar di forum Reddit, YouTube, Twitter, bahkan layanan untuk membuat petisi online Change.org.

Gerakan boikot ini muncul akibat sistem permainan FIFA 18 yang dinilai menjebak pemain untuk menghabiskan waktu serta uang lewat fitur micro-transaction di game tersebut dengan hasil yang tidak sepadan, seperti yang dilaporkan oleh Polygon.

Misalnya, untuk mendapatkan sebuah karakter FIFA yang bisa dimasukkan dalam tim, Anda harus mengikuti 40 pertandingan dalam seminggu, dengan durasi hingga 16 jam hanya untuk sebuah pertandingan yang berdurasi 20 menit, belum ditambah pengaturan formasi tim.

Dalam sebuah petisi online yang sudah ditandatangi sebanyak 30.000 orang, mereka mengakui bahwa sistem permainan tersebut sangat menguras mental dan kesehatan gamer. Sistem micro-transaction yang disediakan juga dianggap cara yang kelewatan untuk EA, penerbit game FIFA menguras uang pemainnya.

Salah satu gamer menceritakan bahwa dia membeli sebuah paket pemain dengan isi random yang harganya sangat mahal, dan hanya mendapatkan satu karakter pemain terbaik. Berbeda dengan paket pemain yang dijual dengan harga murah, tapi hasil karakternya lebih memuaskan.

Kasus ini menambah panjang masalah EA terkait sistem permainan dan microtransaction di dalam permainan yang mereka buat. Beberapa hari sebelumnya, pemain juga memprotes sistem microtransaction di game Star Wars Battlefront II. Beberapa negara bahkan menanggapnya sebagai judi.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

16 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.