Cara Konami Dukung Asian Games 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 26 Aug 2018 14:19 WIB
gamesesport
Cara Konami Dukung Asian Games 2018
Deputy Division Director of Promotion Planning Division, Konami Digital Entertainment Takayuki Kurumada.

Jakarta: Esport ikut ambil bagian di ajang Asian Games 2018 namun masih sebatas eksibisi, belum memperebutkan medali. Ada enam game yang dijadwalkan untuk bertanding, salah satunya adalah Pro Evolution Socer (PES) 2018.

Melihat game tersebut disertakan dalam ajang kompetisi tingkat internasional, Konami turun tangan langsung untuk memberikan dukungan atas momen ini dengan kehadiran Deputy Division Director of Promotion Planning Division, Konami Digital Entertainment Takayuki Kurumada ke Jakarta.

"PES2018 adalah satu-satunya game olahraga yang dipilih menjadi pertandingan demonstrasi di Asian Games 2018. Saya rasa PES2018 dipilih karena permainan ini cukup bersahabat dengan mereka yang bahkan jarang bermain game. Ditambah lagi PES juga memiliki banyak persamaan dengan olahraga sepak bola," ungkap Kurumada.

Kurumada menceritakan bahwa Asian Games 2018 bukan pertama kali bagi game PES 2018 dipilih sebagai game esport taraf internasional. Sejak 2001 Konami sudah menggelar kompetisi esport di Eropa dan memiliki turnamen internasional bernama PES League.

Seri game PES sendiri sudah dirilis sejak tahun 1995 dan hingga saat ini sudah terjaul lebih dari 100 kopi. Sementara seri PES yang akan dipertandingkan di Asian Games adalah seri PES 2018 yang dirilis pada Agustus lalu.

"Saya yakin banyak dari kalian yang mulai mengenal eSports ini karena Asian Games. Maka dari itu, kami sebagai salah satu perusahaan yang menawarkan permainan untuk dipertandingkan ikut bekerjasama dengan tim penyelenggara untuk membuat kompetisi ini kaya akan konten," jelas Kurumada.

Berdasarkan jadwal pertandingan esport di Asian games 2018, ada delapan negara yang menjadi peserta di kompetisi esport PES 2018 termasuk Indonesia, di antaranya Hong Kong (Tiongkok), Malaysia, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Jepang, dan India.

Delapan peserta dibagi menjadi dua grup, Grup A terdiri dari Hong Kong, Malaysia, Iran, dan Kazakhstan sementara Indonesia masuk di Grup B bersama Vietnam, Jepang dan India. Indonesia memiliki dua orang atlet perwakilan untuk PES 2018 yakni Setia Widianto dan Elga Cahya Putra.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.