Main Curang di Fortnite, Dua YouTuber Dituntut Epic Games

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 15 Oct 2018 10:46 WIB
gamesfortnite
Main Curang di Fortnite, Dua YouTuber Dituntut Epic Games
Epic Games tuntut dua kreator YouTube karena menggunakan dan menjual cheat untuk Fortnite.

Jakarta: Tahun lalu, Epic Games, kreator Fortnite, mulai menuntut beberapa orang yang menggunakan cheat di Fortnite atas tuduhan pelangaran hak cipta.

Perusahaan berharap, ini akan menghentikan orang-orang bermain curang dan membuat pemain lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Sayangnya, masih banyak orang yang bermain curang di Fortnite. 

Minggu lalu, Epic Games memutuskan untuk menuntut YouTuber yang cukup ternama, Golden Modz, yang memiliki nama asli Brandon Lucas. Dengan lebih dari 1,7 juta pengikut di YouTube, Brandon adalah salah satu target tuntutan Epic yang paling ternama, menurut laporan TorrentFreak

Tuntutan yang dimasukkan ke Pengadilan Federal North Carolina, menuduh Golden Modz atas pelanggaran hak cipta. Selain itu, Epic juga menuntut Colton Conter yang dikenal sebagai "Exentric". 

"Ini adalah pelanggaran hak cipta dan pelanggaran kontrak. Para Tertuduh melanggar hak cipta Epic dengan memasukkan software cheat yang tidak resmi ("cheat" atau "hack") ke kode game yang terlindungi hak cipta buatan Epic, Fortnite," tulis Epic Games. 

Kedua tertuduh telah menunjukkan penggunaan cheat pada berbagai video YouTube. Menggunakan cheat dianggap sebagai pelanggaran atas hak cipta, menurut Epic.

Tidak hanya itu, Golden Modz juga dituduh menjual kode cheat melalui dua situs miliknya. Dia juga sering mengiklankan kedua situs itu pada video YouTube buatannya. 

"Lucas menggunakan situs-situs ini dan menjual berbagai cheat dan akun untuk keuntungan pribadinya. Dia mengunggah video orang-orang yang menggunakan cheat untuk alasan yang sama. Dia mendapatkan keuntungan dari kerugian yang dialami oleh Epic Games dan komunitas Fortnite," tulis Epic. 

Golden Modz dan Exentric memang sesekali membuat video bersama. Mereka biasanya menyebut cara curang yang mereka gunakan sebagai "kekuatan magis".

Dalam tuduhannya, Epic juga menyertakan beberapa video yang menunjukkan Lucas dan Conter menggunakan cheat. Epic telah meminta YouTube untuk menghapus video-video tersebut. 

Bulan lalu, Golden Modz mengunggah video berjudul "Saya dituntut oleh fortnite..." yang kini menajdi nyata. Dalam video tersebut, dia mengatakan bahwa ada banyak YouTuber yang membuat video serupa dengannya. Dia merasa, apa yang dia lakukan tidak salah.

"Saya merasa didiskriminasi oleh Epic Games. Saya hanyalah anak-anak yang membuat video YouTube dan ada banyak orang yang senang menonton video saya," kata Golden Modz. 

Epic Games jelas tidak setuju dengan pandangan Lucas, dan ingin mendapatkan kompensasi atas kerugian mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.