Iklan di Game Mobile Dinilai Tidak Ganggu Gamer

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 18 Oct 2018 11:05 WIB
games
Iklan di Game Mobile Dinilai Tidak Ganggu Gamer
Ilustrasi. (Tech Radar)

Jakarta: Kehadiran iklan di tengah keseruan menggunakan aplikasi di smartphone mungkin terdengar sebagai hal yang menggangu. Iklan di aplikasi game mobile memang dianggap sebagai peluang beriklan yang paling baik.

Peluang tersebut dipaparkan dalam presentasi jasa iklan digital POKKT dan firma riset Decision Lab. Di tengah tren game mobile yang bertumbuh besar di Indonesia, belanja iklan untuk dipasang di game mobile lebih sukses, menurut Pendiri Decision Lab, Aske Østergård.

Aske memprediksi bahwa segmen mobile gaming di Indonesia akan menggalami pertumbuhan pesat hingga tahun 2020. Dari data riset yang dikumpulkan Decision Lab di Indonesia, setidaknya ada 60 juta gamer mobile saat ini, dan akan meningkat menjadi 100 juta.

"Komposisinya juga tidak dominan pria, justru data kami menemukan mobile gamer di Indonesia sedikit didominasi oleh perempuan sebesar 58 persen dan pria 55 persen," tutur Aske dalam perhelatan Mobile Marketing Association 2018 yang digelar di Ritz Carlton, Jakarta.



"Komposisi usianya, 64 persen berusia 16-24 tahun, 65 persen berusia 25-34 tahun, 63 persen berusia 35-44 tahun, dan untuk usia 45-54 hanya 47 persen yang merupakan mobile gamer. Data menariknya lagi 55 persen responden yang merupakan seorang ibu juga mengaku sebagai gamer," imbuhnya.

Oleh sebab itu, game mobile dianggap sebagai sarana baru untuk beriklan menurut Aske. Menariknya kebanyakan gamer ternyata tidak terganggu dengan iklan di dalam game mobile favorit mereka asalkan dikemas denggan sebuah reward.

"Dari beberapa jenis iklan yang bisa diselipkan di dalam game mobile ternyata iklan berbentuk video malah jauh lebih sering diakses ketimbang iklan yang bentuknya interaktif seperti mini games. Alasannya adalah karena iklan berebntuk video singkat lebih sederhana dan dianggap tidak menggangu," jelas Aske.



Dia menjelaskan iklan tersebut dihadirkan dalam bentuk opsi pilihan yang diganjar reward. Misalnya, dari pada gamer harus membeli item di dalam game dengan uang, mereka bisa mendapatkannya gratis dengan cara melihat iklan tersebut untuk durasi yang singkat.

"Gamer tidak keberatan dan di satu sisi hal ini juga menguntungkan publisher game dan brand yang beriklan, karena mereka mendapatkan screen time serta loyalitas target audience yang lebih banyak," ungkap Aske.

Data Decision Lab terkait screen time atau durasi pengguna smartphone menatap layar, 25 persen screen time dikuasai aktivitas bermain game mobile, sementara untuk mengakses media sosial hanya 12 persen saja.

Gamer juga mengakses game mereka beberapa sesi dalam sehari dengan rata-rata durasi hingga 53 menit.

Waktu yang menjadi peluang emas bagi iklan di dalam game mobile tersebut didukung oleh data lain. 96 responden bermain game mobile saat di rumah. Aske menyebutkan jam prime time antara 19.00-20.00 WIB.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.