Esport SEA Games 2019

Inilah Enam Game yang Dipertandingkan di SEA Games 2019

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 31 Dec 2018 10:14 WIB
gamesesport
Inilah Enam Game yang Dipertandingkan di SEA Games 2019
Pengumuman kehadiran esport di SEA Games 2019 oleh Razer sebagai sponsor utama. (Ungeek Filipina)

Jakarta: Sesuai janji, sebelum pergantian tahun, panitia penyelenggara SEA Games 2019 yang akan digelar di FIilipina mengumumkan enam game yang akan dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi.

Dikutip dari Fox Sport, enam game tersebut adalah DOTA 2, Starcraft II, Tekken 7, Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang, dan NBA2K19. Enam game ini disebutkan mewakili tiga jenis platform, yaitu PC, konsol, dan mobile.

Sebelumnya, daftar game ini sudah diumumkan oleh Asosiasi Esport Indonesia atau IESPA lewat akun resmi Facebook mereka. Namun, hanya lima game yang sudah diumumkan terkecuali game NBA 2K19.

Muncul pertanyaan mengapa gema esport populer yangy kerap dipertandingkan justru tidak dihadirkan dalam acara tersebut? Misalnya Counter Strike: Global Offensive (CS:GO), Call of Duty (COD), Overwatch, dan tidak ketinggalan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG).

International Olympic Commitee (IOC) yang juga memiliki campur tangan dalam ajang kompetisi olahraga internasional tersebut menyatakan bahwa game yang dipertandingkan harus sejalan dengan nilai yang dijunjung oleh komite.

Dengan kata lain, game yang berisi konten kekerasan atau perjudian tidak diizinkan untuk dipertandingkan. Daftar game yang tidak dipertandingkan jelas menampilkan aksi kekerasan berupa penggunaan senjata.

Tentu saja kehadiran game Tekken 7 juga dipertanyakan karena turut menampilkan kekerasan fisik berupa perkelahian. Pihak komite beranggapan bahwa game tersebut menampilkan unsur bela diri sehingga sesuai dengan sudut pandang olahraga menurut IOC.

Sementara dominasi game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) sendiri dinilai karena genre game ini lebih populer dan sudah lama hadir di kawasan Asia Tenggara seperti game DOTA 2.

Ketua Umum IESPA, Eddy Lim menuturkan bahwa IESPA dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan minimal membawa pulang dua medali emas dalam kompetisi esport di SEA Games 2019 Filipina tanggal 30 November hingga 10 Desember 2019.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.