Bermain Game 8 Jam Tanpa ke Toilet Berakibat Fatal

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 26 Jun 2018 12:01 WIB
games
Bermain Game 8 Jam Tanpa ke Toilet Berakibat Fatal
Ilustrasi. (Pinterest)

Jakarta: Bermain game mungkin tidak sepenuhnya memiliki dampak buruk. Namun saat Anda bermain game dalam jangka waktu lama maka sangat mungkin ada hal buruk yang terjadi.

Dikutip dari Daily Mail UK, seorang anak usia 10 tahun di Inggris mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama bermain game.

Dr. Jo Begent, seorang dokter pediatrik yang menangani anak tersebut menuturkan bahwa terjadi perubahan bentuk di bagian usus dan berakibat bejolan di dekat panggulnya.

Awalnya Begent mengira bahwa anak ini mengalami tumor. Setelah diagnosis lebih lanjut rupanya dia mengalami pembengkakan di kandung kemih. Baru diketahui bahwa anak tersebut rupanya mengabiskan waktu selama delapan jam nonstop bermain game.

Permasalahannya bukan karena jangka waktu dia bermain game yang cukup lama, melainkan selama delapan jam dia juga tidak pergi ke tolilet untuk buang air kecil. Sang anak mengaku bahwa dia berman banyak game mulai dari World of Warcraft, Call of Duty, dan FIFA.

Akhirnya sang anak harus menjalani operasi usus karena kandung kemih yang membengkak sudah berdampak buruk terhadap jaringan usus di dekat panggulnya. Menurut Begent hal ini hanya sedikit contoh buruk video game terhadap kondisi kesehatan anak-anak.

Begent menyebut tingkat stres yang kerap dijumpai pada anak akibat kompetisi yang berlangsung di dalam game juga menjadi contoh buruk game bagi kesehatan gamer.

Sebelumnya WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia telah remsi mengelompokkan kecanduan bermain game sebagai salah satu angguan kesehatan atau kejiwaan.

Di Amerika Serikat sendiri hal ini masih menjadi perdebatan termasuk anggapan bahwa game menjadi faktor pendorong kasus penembakan sekolah yang dilakukan remaja.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.