Obsidian Nyaris Garap RPG Game of Thrones

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 31 Aug 2017 11:14 WIB
gamesgame of thrones
Obsidian Nyaris Garap RPG Game of Thrones
Obsidian dikenal sebagai salah satu pengembang game RPG ternama

Metrotvnews.com: Banyak orang membicarakan Game of Thrones, film serial kolosal yang mendapatkan respons positif dari penonton global. Salah satu developer game RPG ternama, Obsidian Entertainment, nyaris menggarap game yang mengangkat film ini. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak Obsidian.

Penggemar game RPG mungkin mengetahui Obsidian Entertainment. Studio yang terkenal dengan Fallout: New Vegas, Star Wars: Knights of The Old Republic 2, South Park: The Stick of Truth, dan Pillars of Eternity ini mengaku pernah ditawari Electronic Arts untuk menggarapan permainan Game of Thrones pada tahun 2005. Saat itu, Obisidian memang menjadi salah satu partner EA.

CEO Obsidian Feargus Urquhart sendiri membaca novel karya George R. R. Martin tersebut sejak 1996. Ia secara tegas menolak menggarap game yang filmnya sendiri baru ditayangkan enam tahun kemudian. Ia mengatakan punya alasan bagus untuk menolaknya.

"Perasaan saya saat itu adalah memahami produk tersebut, seperti apa intrik politik yang terdapat di dalamnya, dan hubungan setiap karakter yang ada," kata Urquhart dikutip dari Eurogamer.

"Ada hal aneh yang terjadi di di depan The Wall, ada naga, ada unsur sihir walaupun tidak terlihat secara nyata. Namun, Game of Thrones tidak punya cleric atau thief, dan tidak ada goblin atau kobold." Pernyataan Urquhart ini mengacu pada game RPG yang kental dengan unsur sihir dan makhluk fantasi lainnya yang hidup berdampingan dengan ras manusia.

Pihak Obisidan menilai, Game of Thrones memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya tidak cocok dijadikan game RPG pada saat itu. Akhirnya, mereka lebih memilih terfokus pada pengembangan beberapa seri, seperti Star Wars: Knights of The Old Republic 2. Mereka sendiri juga pernah menggarap game spin-off The Lord of the Rings: War in the North tahun 2011. Berhubung spin-off, mereka memastikan ada batasan-batasan agar game ini menjadi produk yang nikmat untuk dimainkan.

Bukan berarti tidak ada game dari Game of Thrones. Tahun 2011, Cyanide merilis game strategi dengan judul A Game of Thrones - Genesis, yang tidak mendapatkan respons positif. Setahun kemudian, di bawah payung Focus Home Interactive, mereka meluncurkan Game of Thrones yang mengangkat konsep RPG. Tanggapan gamer cukup positif, walaupun tidak sebaik seri Lord of The Rings.

TellTale adalah developer game berikutnya yang merilis Game of Thrones di tahun 2014, dengan konsep episode yang menekankan cerita salah satu keluarga yang loyar terhadap Stark. Game ini mendapat pujian gamer, dan tampaknya mereka akan meneruskan pengembangannya. 

Penolakan Obsidian saat itu dinilai sangat wajar, mengingat antusiasme pemain lebih terfokus pada game strategi, atau semi strategi ala game RPG. Obsidian meliha peluang tersebut sekarang, dan bukan tidak mungkin jika mereka akan menggarap Game of Thrones versi RPG. Namun, saat ini tampaknya mereka akan mengutamakan pengembangan Pillars of Eternity 2 terlebih dahulu.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 day Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.