Review Game

Menjadi Raja Impian Semua Orang di Ni No Kuni II: Revenant Kingdom

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 13 May 2018 17:30 WIB
gamesreview game indonesiabandai namco
Menjadi Raja Impian Semua Orang di Ni No Kuni II: Revenant Kingdom
Ni No Kuni II: Revenant Kingdom

Jakarta: Di industri game, Bandai Namco terkenal dengan game adaptasi dari serial animasi atau komik Jepang ternama. Satu game mereka yang mendapat tempat istimewa di hati game adalah Ni No Kuni. Seri pertama game ini sudah muncul untuk konsol PlayStation 3.

Seri keduanya telah hadir spesial untuk PS4, dengan judul Ni No Kuni II: Revenant Kingdom. Tidak terpisah, game ini masih melanjutkan cerita pertama yang berhasi mendapatkan reaksi positif dari berbagai media game internasional. Apakah Ni No Kuni II: Revenant Kingdom bisa sesukses pendahulunya? Begini ulasan Medcom.id.


 
Meskipun sekuel, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom mengambil latar waktu yang cukup jauh, sekitar 100 tahun dari penduhulunya. Oleh karena itu, hampir semua karakter yang anda temui adalah karakter baru.

Tokoh utama Evan adalah seorang anak yang segera menduduki tahta dari ayahnya, raja Ding Dong Dell, yang meninggal dengan cara yang tidak wajar. Sayangnya, bangsa tikus, yang dalam game ini disebut Mousekin berencana mengambil alih Ding Dong Dell, dengan melancarkan pemberontakan pada hari pelantikan Evan. Akhirnya, pelantikan batal dan Evan harus melarikan diri.
 
Elemen utama Ni No Kuni adalah pertemuan tokoh dari dua dunia. Dalam konteks ini adalah dunia manusia biasa seperti kita saat ini, dan dunia fantasi tempat Ding Dong Dell berada. Kali ini ada Roland, presiden suatu negara yang terseret ke dunia Evan akibat ledakan misterius yang terjadi di depan dirinya.

Evan dan Roland ternyata punya misi dan insting yang sama, hanya saja Evan masih sangat muda, sehingga Roland tertarik untuk membantu Evan. Ini juga menjadi kesempatan Roland untuk kembali ke dunia asalnya.


 
Ni No Kuni II: Revenant Kingdom masih mengusung latar dunia fantasi yang menarik. Tampilan grafis cell shaded membuat game ini punya dunia 3D dengan desain kartun. Ini memang menjadi ciri khas Ni No Kuni, mengingat pada awal pengembangannya, mereka bekerja sama dengan Studio Ghibli.

Anda tidak perlu berharap tampilan dengan grafis yang tajam dan penuh efek dramatis. Hampir semua yang Anda lihat enak dipandang mata, dan sangat “ramah”, karena semua adegan kekerasan yang muncul juga tidak dibuat sehalus mungkin agar terkesan lebih lucu.
 
Secara cerita, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom punya plot yang cenderung biasa saja. Ambisi Evan memang sangat besar, sayangnya pembawaan setiap tokoh kurang menonjol, termasuk Roland yang menjadi pendamping utama.

Begitu juga interaksi antar karakter yang tidak terlalu hidup, membuat gaya berbicara mereka tidak seperti manusia pada umumnya. Saat bertarung, pengembangan karakter seperti kurang pas, walaupun dunia fantasi yang dimiliki tidak seperti apa yang Anda lihat dalam Far Cry 5.


 
Ada cukup banyak perubahan dalam Ni No Kuni II: Revenant Kingdom. Salah satu yang paling menonjol adalah tugas Evan membangun kerajaan baru. Layaknya simulasi, Evan akan diminta membangun kerajaan sendiri, dan mengajak penduduk dunianya bergabung dan membantu pembangunannya. Cara merekrut penduduk ini adalah dengan mengerjakan misi sampingan yang muncul.

Tidak hanya tinggal, semua penduduk ini punya keahlian masing-masing yang akan membantu perkembangan permainan. Evan akan melakukan research untuk meningkatkan daya serang, menambah pertahanan, atau memperbanyak pasukan.

Bisa juga bertugas menambah pemasukkan kerajaan. Setiap penduduk punya keahlian masing-masing, dan Evan bisa mengarahkan mereka untuk research yang spesifik.


 
Perubahan berikutnya adalah dari gaya bertarung. Jika seri sebelumnya pemain tidak bisa menghindar dari serangan musuh, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom memberikan keleluasaan terhadap karakter dalam pergerakkannya. Anda kini bisa berlari untuk menghindar atau melancarkan serangan, tentunya dalam ruang lingkup yang masih terbatas.

Namun, Anda punya kesempatan untuk menang lebih besar ketika melawan musuh yang levelnya lebih kuat. Kombinasi serangan kali ini juga dibuat lebih menarik, dengan dukungan penggunaan tiga macam senjata jarak dekat, ditambah satu senjata jarak jauh.

Anda bisa melancarkan serangan pamungkas yang memanfaatkan magic. Bertarung dengan anggota party memungkinkan serangan yang jauh lebih kuat. Harus diakui, pergerakkan AI ketika bertarung juga cukup cerdik.


Kesimpulan 
Ni No Kuni II: Revenant Kingdom sangat menarik dan layak Anda mainkan. Saya sendiri adalah penggemar berat sejak seri pertamanya. Namun, game in juga cocok untuk mereka yang belum pernah melihat game Action-RPG dengan gaya yang semenarik ini.

Terlepas dari kekurangan penokohan yang tidak terlalu hidup, dunia fantasi yang disajikan sangat menarik untuk dijelajah. Belum lagi dengan tugas Anda membangun kerajaan dan membuat penduduknya bahagia. Bisa dibilang game ini punya cita rasa yang khas dan tidak ditemukan pada game lain.


Platform: PlayStation 4, PC
Developer: Level-5
Publisher: Bandai Namco Entertainment
Tanggal Rilis: 23 Maret 2018
Genre: Action-RPG

 
 
8.8
Ni No Kuni II: Revenant Kingdom
Plus
  • Gaya bertarung lebih menarik
  • Membangun Evermore bikin penasaran
  • Tugas Evan cukup kompleks
Minus
  • Penokohan kurang hidup



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.