Berkomunikasi dengan Pengungsi Suriah via Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 13 Oct 2017 11:00 WIB
games
Berkomunikasi dengan Pengungsi Suriah via Game
Desain tampilan game 'Bury me, my Love'.

Metrotvnews.com: Studio game The Pixel Hunt and Figs di Prancis mengumumkan game 'Bury me, my Love' segera meluncur. Game ini mengangkat cerita tentang pengungsi perang sipil Suriah, seperti dilaporkan oleh VentureBeat.

Game 'Bury me, my Love' menceritakan seorang perempuan pengungsi perang di Suriah yang bernama Nour. Dikisahkan Nour terpisah dengan suaminya yang juga dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian, dan mereka hanya bisa berkomunikasi lewat aplikasi pengirim pesan di ponsel mereka.

Game ini mengusung konsep interactive story. Anda akan berkomunikasi dengan Nour lewat sebuah aplikasi dan menanggapi setiap percakapan yang terjalin, sehingga pemain akan mendapatkan keseluruhan cerita perjalanan Nour. Menariknya, setiap percakapan yang Anda pilih akan menghasilkan akhir cerita yang berbeda-beda.



'Bury me, my Love', sebagai game mobile juga tidak mengusung konsep permainan yang bisa ditamatkan dalam waktu cepat. Alasannya, setiap pesan Nour yang Anda terima menggunakan jeda waktu real-time. Artinya, permainan bisa saja baru mengirim pesan hingga jeda 1 jam. Bagi Anda yang ingin mengejar beragam ending, game ini juga menyediakan mode fast track.

Model game yang mengangkat kisah nyata para pengungsi ini bukan produk pertama studio game tersebut. Sebelumnya, The Pixel Hunt juga membuat game 'Rebuilding Haiti', yang dimainkan pada peramban internet dengan mengangkat kisah korban bencana gempa di Haiti.

Seperti diketahui, perang sipil di Suriah sudah berlangsung selama 7 tahun, dan memakan korban sudah mencapai 400 ribu jiwa, serta pengungsi sebanyak 6,3 juta jiwa menurut catatan PBB. Game 'Bury me, my Love' rencananya akan meluncur bersamaan untuk perangkat Android dan iOS pada tanggal 26 Oktober nanti.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.