DJ Marshmello Sukses Gelar Konser Virtual di Fortnite

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Feb 2019 10:44 WIB
gamesfortnite
DJ Marshmello Sukses Gelar Konser Virtual di Fortnite
Konser virtual DJ Marshmello di game Fortnite.

Jakarta: Selain menjadi game gratis dengan pendapatan terbesar sekaligus fenomena di Amerika dan Eropa, game Fortnite kembali menorehkan inovasi dengan memasukkan konser musik virtual ke dalamnya.

Pada Minggu malam kemarin, Epic Games, publisher game Fortnite sukses menggelar konser virtual yang dibintangi oleh DJ Marshmello, dikutip dari The Guardian. Marshmello bahkan memasukkan jadwal konser di game tersebut ke dalam jadwal rangkaian tur resminya.

Bagaimana konser ini berlangsung? DJ Marshmello tampil di Fortnite dengan karakter yang sama seperti penampilannya di dunia nyata. Lokasi konser virtual ini berada di Pleasant Park, salah satu area di dalam game. 

Beberapa hari sebelum konser dimulai, para pemain Fortnite melaporkan adanya animasi proses pembuatan panggung di lokasi konsel. Menariknya, panggung tersebut dibuat dengan ukuran satu banding satu, sehingga para gamer akan mendapatkan sensasi seperti melihat panggung konser sungguhan.

Pada hari konser, panggung tersebut dilengkapi dengan efek permainan cahaya, sama seperti panggung konser di dunia nyata. Konser DJ Marshmello hanya berlangsung 10 menit. Selama itu, ada beberapa efek khusus seperti gaya gravitasi rendah, memungkinkan karakter gamer untuk meloncat ke udara saat DJ Marshmello meminta semua gamer loncat seiring konser.



Mengingat Fortnite identik dengan emote berupa tarian yang beraneka macam, tidak heran jika hampir semua gamer mengekspresikan diri dengan berbagai macam tarian selama konser berlangsung.

"Kita menorehkan sebuah sejarah hari ini. Ini adalah konser virtual pertama yang dilakukan di dalam game yakni Fortnite dengan jutaan orang menyaksikannya. Terima kasih, Epic Games," tulis akun Twitter Marshmello usai acara.

Tidak diketahui secara persis apakah jumlah penonton konser ini hanya mencakup para pemain yang berada di dalam game ataukah termasuk orang-orang yang menyaksikan konser itu secara streaming lewat situs Epic Games. Sebelum konser, para gamer diberikan misi khusus untuk mendapatkan aksesoris di dalam game bertemakan Marsmello.

Konser virtual di dalam game mungkin terdengar sedikit aneh, tapi beberapa pihak menilai ini adalah percobaan untuk memadukan konten hiburan. Ke depan, hal ini bisa dimonetisasi, baik oleh pelaku industri hiburan musik maupun industri game.





(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.