Game Boy Canggih Ini Hanya Seukuran Gantungan Kunci

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 09 Feb 2018 17:22 WIB
games
Game Boy Canggih Ini Hanya Seukuran Gantungan Kunci
Game Boy PocketSprite.

Jakarta: Kepopuleran Nintendo mempertegas betapa rindunya kita dengan perangkat gaming yang dahulu pernah digandrungi. Kini giliran sebuah Game Boy yang diciptakan kembali dengan ukuran mini.

Dikutip dari The Verge, dalam sebuah situs crowdfunding bernama Crowd Supply ditemukan sebuah proyek pendanaan untuk perangkat Game Boy yang memiliki ukuran sebesar gantungan kucu atau lebih kecil dari ukuran telapak tangan orang dewasa.

Perangkat ini diciptakan oleh perusahaan bernama PocketSprite dengan desain yang mirip seperti Game Boy terdahulu. Namun, dari sisi spesifikasi justru Game Boy ini jauh lebih canggih ketimbang versi aslinya.



Game Boy PocketSprite memiliki layar OLED dengan konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi dan dilengkapi built-in speaker didukung baterai yang bisa diisi ulang dayanya. Dapur pacunya menggunakan prosesor dual-core ESP32 240MHz dan RAM 520Kb. 

Lalu bagaimana cara memainkanny? Game Boy PocketSprite tidak menggunakan catridge game melainkan di dalamnya sudah tertanam emulator yang memungkinkan perangkat ini memainkan game dari platform Game Boy Color, Sega Master System, dan Game Gear.



Dalam situsnya PocketSprite menyebutkan bahwa sistem yang digunakan mengusung konsep open source. Siapaun yang memiliki kemampuan coding dan bisa membuat sebuah game berjalan di perangkat ini bisa berkomunikasi dengan tim dan forum PocketSprite.

Rencananya perangkat Game Boy PocketSprite bisa dipesan mulai tanggal 15 April dengan harga USD45 (Rp600 ribu). Perangkat ini akan dikirim dalam dua pilihan, bentuk yang sudah jadi dan yang masih dalam kondisi terpisah untuk dirakit sendiri.




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.