Indonesia, Arena Bertarung Game Mobile Asia Tenggara

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 29 Apr 2018 10:31 WIB
gamesesport
Indonesia, Arena Bertarung Game Mobile Asia Tenggara
Ilustrasi memainkan mobile game.

Jakarta: Game mobile tidak boleh dipandang sebelah mata karena kini sangat populer di Indonesia. Beberapa pihak mengakui tren tersebut mengalahkan game PC dan konsol.

Dikutip dari PocketGamer, seorang pengamat dari firma riset pasar Niko Partners Daniel Ahmad menuliskan bahwa di tahun 2019, Indonesia masih akan tetap menjadi negara dengan jumlah penggemar game mobile terbesar di Asia Tenggara.

"Dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi pasar game mobile terbesar dari sisi pendapatan dan jumlah pemain. Jumlah pemainnya akan tumbuh hingga lebih dari 100 juta," ungkap Ahmad. Menurutnya, pertumbuhan tersebut mulai terlihat sejak 2017.

Namun, Indonesia masih menjadi negara terendah kedua di Asia Tenggara untuk rata-rata pendapatan yang diperoleh dari pengguna berbayar.

Ahmad menilai hal tersebut diakibatkan tingkat penetrasi internet masih terendah di kawasan Asia Tenggara sehingga tidak banyak mobile gamer yang membelanjakan uangnya untuk game.

Meskipun demikian, Ahman melihat kondisi tersebut berubah saat sebuah game mobile mulai populer di Indonesia maka semakin banyak pemainnya yang membelanjakan uang mereka untuk game tersebut. Oleh para  penerbit di Indonesia, esport untuk segmen ini menjadi pemicu kondisi tersebut.

Misalnya, di tahun 2017 esport game mobile mulai mengalami pertumbuhan yang cepat saat Moonton Mobile Legends Southeast Asia Cup yang mempertemukan tim terbaik dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Ahmad memaparkan hasil pemantauan terhadap daftar 10 game mobile terpopuler di iOS App Store dan Google Play Store di bulan Januari 2018. Dikutip dari hasil pemantauan firma SensorTower, game bergenre MOBA (multiplayer online battle arena) menjadi yang terpopuler.

Mobile Legends dan Arena of Valor bersaing untuk menjadi game terpopuler di genre tersebut. Lalu genre game selanjutnya yang sedang populer di Indonesia adalah Battle Royale. Publisher seperti NetEase dan Garena merilis masing-masing game dengan genre tersebut yang kemudian disusul oleh pionir battle royale PUBG Mobile.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.