Megaxus Olimpiade 2016

Megaxus Olimpiade 2016 Bukan Cuma Turnamen dan Pameran Game

Riandanu Madi Utomo    •    Minggu, 13 Nov 2016 22:02 WIB
gamesesportmegaxus olimpiade 2016
Megaxus Olimpiade 2016 Bukan Cuma Turnamen dan Pameran Game
Megaxus Olimpiade 2016 diselenggarkan di Mangga Dua Square, Jakarta

Metrotvnews.com, Jakarta: Megaxus Olimpiade 2016 baru saja seleseai diselenggarakan. Turnamen dan pameran game tahunan yang diselenggarakan oleh publisher Megaxus Infotech tersebut sukses digelar selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 11 November 2016 kemarin. 

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Megaxus Olimpiade 2016 kali ini didorong oleh keinginan bernostalgia dan merangkul komunitas gamer yang telah mendukung ajang Megaxus Olimpiade sejak pertama kali diselenggarakan.

"Lokasi kali ini, yaitu Mangga Dua Square merupakan lokasi pertama kali kami menyelenggarakan turnamen game. Jadi Megaxus Olimpiade 2016 kali ini bisa dikatakan sebagai ajang nostalgia," ujar CEO Megaxus Infotech, Eva Muliawati.

Megaxus Olimpiade sendiri telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali, yaitu sejak tahun 2007. Pada saat itu, Megaxus menyelenggarakan acara Megaxus Olimpiade untuk memperkenalkan game pertama mereka, yaitu AyoDance. Megaxus Olimpiade juga selalu digelar dengan target pengunjung yaitu keluarga. Itulah mengapa Megaxus selalu menyelenggarakan acara ini di mall.



"Megaxus Olimpiade memiliki trademark selalu diselenggarakan di mall. Target acara ini memang untuk keluarga, dan karena keluarga biasanya suka pergi ke mall maka kami buat acaranya seperti ini," lanjut Eva saat diwawancarai oleh Metrotvnews.com.

Di Megaxus Olimpiade 2016 kali ini, ada tiga game yang dipertandingkan secara nasional. Game tersebut di antaranya adalah Counter Strike Online, CLOSERS Online, dan AyoDance. Khusus untuk Counter Strike Online, pemenangnya menjadi wakil Indonesia dalam ajang internasional yang akan digelar di Taiwan.

Hal lain yang berbeda di penyelenggaraan Megaxus Olimpiade 2016 kali ini adalah adanya lomba pembuatan game yang diikuti oleh berbagai developer lokal. Lomba ini bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara dan melibatkan sepuluh tim developer. Beberapa developer bahkan ada yang masih duduk di bangku SMA dan SMK.



Eva mengatakan, lomba pembuatan game kali ini memang sengaja diadakan sebagai wadah untuk membantu developer lokal untuk unjuk gigi. Eva mengakui kemampuan developer game lokal tidak berbeda jauh dengan developer luar negeri. Hanya saja mereka kurang mendapatkan perhatian dan tidak memiliki wadah agar bisa berkembang lebih baik lagi.

"Developer Indonesia punya potensi besar. Skill mereka tidak jauh jika dibandingkan dengan developer luar negeri. Dari situ kami memiliki gagasan bagaimana bisa membantu industri game Indonesia dan memperkenalkan produknya hingga ke kancah internasional."

Eva juga mengatakan, tiga developer dengan game terbaik yang ikut dalam perlombaan game di Megaxus Olimpiade 2016 kali ini akan mendapatkan dukungan khusus dari Megaxus agar gamenya bisa dikomersialisasi. Megaxus juga akan membantu mempublikasikan tiga game tersebut agar bisa lebih dikenal luas hingga ke kancah internasional.

Di hari terakhirnya, Megaxus Olimpiade 2016 dimeriahkan oleh lomba cosplay, serta pertandingan para finalis yang mengikuti turnamen game tingkat nasional.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /