Dituduh Diskriminasi Wanita, Penerbit LoL Dituntut

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Nov 2018 16:49 WIB
games
Dituduh Diskriminasi Wanita, Penerbit LoL Dituntut
Riot dituntut atas tuduhan diskriminasi. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Riot Games, penerbit League of Legends, dituntut atas tuduhan diskriminasi berdasarkan gender. Tuntutan ini pertama kali dilaporkan oleh Kotaku, yang tiga bulan lalu merilis artikel investigasi tentang budaya seksis di Riot Games.

Dua penuntut adalah Melanie McCracken yang masih bekerja untuk Riot dan Jessica Negron, mantan pegawai Riot. Keduanya menuduh bahwa mereka tidak mendapatkan gaji yang pantas dan karirnya ditahan karena mereka adalah perempuan.

Riot memiliki lebih dari 2.500 pegawai, 80 persen di antaranya adalah laki-laki. Tuduhan ini menuntut Riot atas pelanggaran Hukum Pembayaran Adil dari California.

"Meskipun kami tidak membahas informasi dari tuduhan yang sedang berlangsung, kami bisa memastikan bahwa tuduhan seperti ini akan kami selidiki dengan serius," kata juru bicara Riot, seperti dikutip dari VentureBeat.

"Kami tetap berkomitmen untuk mengubah budaya kami untuk memastikan bahwa Riot adalah tempat yang memungkinkan para Rioters tumbuh dan berkembang."

Para penuntut meminta untuk mendapatkan kompensasi atas gaji yang tak terbayar, kerugian, dan penalti. Mereka juga menuduh bahwa obsesi Riot akan budaya "core gamer" mendorong sistem rekrutmen dan budaya yang tidak kondusif untuk para pekerja wanita.

Setelah artikel investigasi Kotaku dirilis, Riot meminta maaf pada pegawai dan mantan pekerjanya. Mereka juga berjanji mereka akan berubah.

Namun, orang-orang yang dituduh telah memiliki perilaku seksual yang tidak pantas masih dipekerjakan di Riot. Tuduhan ini juga menyebutkan bahwa gaji pria lebih besar dari wanita yang mengerjakan tugas yang sama.

Negron mengatakan, tidak lama setelah dia diterima, managernya kelluar dan dia mengambil alih tugas sang manager tanpa mendapatkan kompensasi atau perubahan jabatan.

Dia mendapatkan bayaran USD56 ribu (Rp814 juta) padahal dia mengerjakan tugas dari kolega laki-laki yang mendapatkan bayaran USD160 ribu (Rp2,3 miliar). Dia berulang kali dilewatkan untuk mengisi posisi yang tugasnya telah dia kerjakan, aku Negron.

Sementara Melanie McCracken, yang masih bekerja untuk Riot sejak 2013, mengatakan bahwa dia tidak mendapatkan promosi jabatan, mendapatkan hukuman dari para bos pria, dan tidak mendapatkan kompensasi yang sesuai.

Setelah dia dipindahtugaskan dan harus melapor pada seorang bos pria, dia protes karena atasannya itu berlaku tidan pantas. Namun, dia justru diminta mencari pekerjaan lain dalam waktu lima bulan atau akan dipecat.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.