PlayerUnknown's Battleground

Pegang Lisensi PUBG, Tencent Makin Jaya di Bisnis Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 22 Nov 2017 17:02 WIB
teknologigamespubg
Pegang Lisensi PUBG, Tencent Makin Jaya di Bisnis Game
Sebagai perusahaan internet raksasa Tencent memiliki banyak bisnis konten digital.

Jakarta: Tencent diprediksi kembali memperoleh keuntungan besar dari bisnis game setelah berhasil mendapatkan lisensi eksklusif game PUBG (PlayerUnknown's Battlegrounds) untuk Tiongkok.

Tencent sudah mendapatkan hak untuk mengoperasikan PUBG di Tiongkok, seperti dikutip dari Venture Beat. Beberapa bulan sebelumnya game tersebut dilarang pemerintah Tiongkok karena dianggap bertentangan dengan ideologi negara tersebut.

Seperti yang diketahui PUBG buatan developer Bluehole Studio asal Korea Selatan menjadi game terlaris di layanan Steam. Padahal, game tersebut masih dalam tahap early access atau pengembangan. Game ini berhasil terjual 20 juta kopi dengan jumlah pemain mencapai 2 juta orang.

Dalam game PUBG biasanya terdapat beberapa server permainan yang bisa dipilih tergantung wilayah. Untuk Tiongkok akan disediakan server khusus sehingga pemerintah setempat tetap bisa memantaunya.

Beberapa waktu lalu, berdasarkan pengumuman finansial perusahaan di kuartal ketiga tahun ini, Tencent mencatatkan pendapatan yang sangat fantastis. Tencent memperoleh keuntungan bersih sebesar RMB18 miliar atau USD2,7 miliar (Rp36 triliun) dari pendapatan sebesar RMB65,2 miliar atau USD9,8 miliar (Rp132 triliun).

61 persen pendapatan tersebut berasal dari industri game yang dimiliki Tencent. Game mobile Honour of Kings (Arena of Valor) dan League of Legends di platform PC, keduanya merupakan game MOBA.

Lebih fantastisnya lagi, Tencent memiliki saham di PUBG dan Fortnite. Kedua game tersebut merupakan kompetitor dengan konsep yang sama, battle royale dan sangat populer. Tencent juga baru merilis game dengan jenis yang sama untuk ponsel berjudul Glorious Mission.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.