Review Game

Far Cry 5 Menghibur, Tapi Kurang Serius

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 30 Apr 2018 10:02 WIB
gamesreview game indonesiaubisoftFar Cry
Far Cry 5 Menghibur, Tapi Kurang Serius
Joseph Seed dan saudara-saudarinya.

Jakarta: Judul di atas memang agak berlawanan. Sebuah game seharusnya menyajikan hiburan, tapi Medcom.id kali ini sebut kurang serius. Ya, Far Cry 5 menjadi game paling ditunggu dari Ubisoft karena menjanjikan konten yang menghibur tapi juga terlihat kurang serius hasilnya.

Sebuah game harus menghibur dengan memenuhi beragam aspek yang kemudian menghasilkan seusatu yang 100 persen menghibur baik dari sisi cerita, gameplay, aspek teknis, dan lain-lainnya. Medcom.id menemukan ada beberapa kekurangan yang sepatutnya tidak ditemukan pada game ini.

Tokoh Antagonis Kurang Meninggakan Kesan
Pada artikel sebelumnya kami sudah menjelaskan secara detil latar cerita di dalam game Far Cry 5. Sebuah kota kecil fiksi bernama Hope County di negara bagian Montana, Amerika Serikat, dikuasai oleh sekte keyakinan bernama Project at Eden's Gate pimpinan Joseph Seed. Ia bersama saudaranya menghimpun pasukan bersenjata, melakukan 'cuci otak', dan lain-lain.

Sepanjang permainan, Far Cry menyajikan jalan cerita yang menarik bagaimana Project at Eden's Gate secara teroganisir merekrut penduduk kota untuk bergabung. Di tengah pemberontakan yang Anda pimpin, digambarkan juga Anda terpengaruh oleh trik dan obat-obat yang digunakan Project at Eden's Gate untuk mencuci otak setiap pengikutnya.



Misalnya, masuk ke dunia mimpi penuh imajinasi dan teror, yang mengasah Anda untuk mampu mengalahkan musuh secepat mungkin. Gameplay dan ambience yang disajikan harus kami akui membuat bulu bergidik, terasa seperti dikejar-kejar. Sayangnya, tokoh antagonis disini tidak mampu menampilkan watak keji dan ideologi yang mereka anut.

Dialog setiap karakter memang sangat satir, menyinggung isu senjata di Amerika Serikat dan kehebatan bangsa kulit putih serta isu politik. Namun, sekali lagi, tidak ada kesan yang sangat melekat dengan tokoh antagonis di dalam ini, kecuali Joseph Seed yang berlagak seperti utusan Tuhan lewat dialognya.

Pengalaman Open-World Singkat
Bicara soal open-word di Far Cry 5, dari sisi grafis dan suasana yang disajikan, kami harus sepakat mengacungi dua jempol. Kota fiksi Hope County yang diadaptasi dari lokasi negara bagian Montana di Amerika Serikat ditampilkan sangat presisi sebagai daerah dengan kondisi geografis berbukit dan hutan yang rapat dan dihiasi ladang serta danau serta fauna termasuk hewan buas yang bisa menyerang Anda.

Visualisasinya sekali lagi harus diacungi jempol. Anda tidak akan menyesal menjelajahi dunia di dalam Far Cry 5 yang diselingi baku tembak, ledakan, dan adegan kejar-kejaran dengan pasukan sekte Project at Eden's Gate. Sayangnya, kesempatan ini tidak bisa dinikmati dalam waktu cukup lama.



Dalam sebuah game open-world, Anda tentu ingin menjelajahi sebebas mungkin sambil menjalankan misi utama maupun side mission yang tersebar. Dalam Far Cry 5 setiap aksi Anda bisa menghasilkan poin ke parameter pemberontakan yang akan memancing jalan cerita dan berujung konfrontasi dengan boss tiap area, saudara-saudara Joseph Seed.



Kami sempat kesal ketika kami tengah-tengah menjalankan side mission yang berbuah point resistance meter tiba-tiba Anda tertangkap oleh pasukan musuh dan tidak bisa melawan sehingga Anda kadang tidak memiliki persiapan yang matang. Tidak heran apabila di saat Anda sudah menamatkan Far Cry 5, masih ada side mission yanag begitu banyak tersebar. 

Gameplay Bagus Tapi Bermasalah
Far Cry 5 menyajikan fitur gameplay berupa Perk, tree skill yang digunakan secara pasif termasuk dalam mode Arcade atau multiplayer. Selain itu, Anda juga disediakan bot AI yang bisa mendampingi petualangan Anda.



Setiap bot AI yang menjadi pendamping Anda dalam berpetualang memiliki skill dan jenis serangan yang unik serta berbeda-beda, sehingga Anda bisa menciptakan gaya serangan ketika menyerbu outpost atau basis sekte Project at Eden's Gate.



Sayangnya gameplay tersebut masih dijumpai masalah yang tidak berubah dari zaman dulu. Pertama adalah bot yang bermasalah. Kami menemukan bot kadang tidak berjalan mengikuti perintah dan mengulang-ulang kalimat dialog yang mereka ucapkan dengan sendirinya.

Ditambah, di Far Cry 5, semua benda termasuk yang tipis tidak akan tertembus peluru. Hal ini adalah kekurangan paling tidak bisa diterima di era semua game ingin tampil senyata mungkin. Sebelumnya, kami bisa menambak musuh yang bersembunyi di balik pagar kayu, kini hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Mengingat game ini penuh akan baku tembak dan ledakan ala film aksi Amerika maka Anda disuguhkan beragam senjata dan aksesoris serta skin yang sebetulnya hanya gimmick saja.


Kesimpulan
Far Cry 5 kali ini menyajikan hiburan yang pas bagi Anda yang mengikuti isu politik dan kondisi negara Paman Sam alias Amerika Serikat bahkan menurut kami game ini memang dibuat untuk menyindir hal tersebut.

Bagi Anda yang tidak terlalu memahami isu tersebut mungkin tidak akan menyadari banyak guyonan di dalamnya yang bisa membuat Anda tersenyum saat memainkannya. Visual yang ditampilkan Far Cry 5 juga tidak buruk, sangat memukau, kecuali momen saat Anda tidak bisa menembak musuh yang bersembunyi di balik dinding pembatas yang tipis.

Dari jalan cerita sebetulnya Far Cry 5 menyajikan sebuah cerita yaang bagus. Sayangnya tokoh antagonis kali ini tidak sekeji dan memiliki ideologi yang kuat serta meninggalkan kesan seperti tokoh antagonis di seri Far Cry lain sebelumnya.

Namun, dua hal yang meembuat game ini masih akan memiliki banyak pemain adalah kehadiran mode Arcade dan fitur Map Editor. 

Far Cry 5 menyajikan hiburan bagi Anda sebagai gamer sekaligus game creator dengan mode Map Editor. Untuk seri selanjutnya, Medcom.id akan menantikan keseriusan Ubisoft menyajikan jalan cerita lebih dalam dan peluru yang bisa nenembus pagar kayu.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Developer: Ubisoft
Publisher: Ubisoft
Tanggal Rilis: 27 Maret 2018
Genre: Action Adventure, First Person Shooter
 
 
8.8
Far Cry 5
Plus
  • Latar cerita sangat menarik
  • Open-world dengan tampilan visual terbaik
  • Fitur tree-skill dan companion
  • Tersedia mode Arcade untuk multiplayer dan co-op
  • Mode Map Editor membuat betah
Minus
  • Karakter antagonis dalam cerita kurang dalam
  • Open-world terikat dengan jalan cerita utama
  • Peluru tidak bisa menembus material tipis

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.