EA Cabut The Sims FreePlay Karena LGBT?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 01 Jul 2018 14:55 WIB
gameselectronic arts
EA Cabut The Sims FreePlay Karena LGBT?
Gameplay dari The Sims FreePlay.

Jakarta: Electronic Arts (EA) dikabarkan mencabut dukungan dan kehadiran game The Sims FreePlay di tujuh negara untuk iOS dan Android mulai tanggal 5 Juli, tanpa alasan yang jelas.

Dikutip dari Polygon, kabar ini pertama kali diketahui dari unggahan salah satu community manager di forum EA. Tujuh negara yang tidak akan mendapatkan dukungan game ini adalah Tiongkok, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Kuwait, dan Mesir.

Pihak EA hanya menyebutkan bahwa game The Sims FreePlay yang sudah hadir sejak tahun 2011 itu kini dianggap tidak lagi memenuhi standar. Perlu diketahui bahwa regional standards adalah prasyarat yang diajukan oleh sebuah kawasan atau negara kepada pengembang aplikasi agar bisa beroperasi.

Kabarnya, hal ini memicu banyak rumor di kalangan penggemar game tersebut. Salah satu rumor yang beredar adalah anggapan bahwa konten di dalam The Sims FreePlay berkaitan dengan konten LGBT.

Pada 18 Juni lalu, The Sims FreePlay sempat mendapatkan update fitur. Karakter The Sims bisa menjalani momen kehamilan, tapi fitur ini tidak hanya bisa dilakukan karakter The Sims yag sudah menikah.

Ditambah, game The Sims juga selalu mengizinkan hubungan dibangun oleh karakter The Sims dengan jenis kelamin yang sama. Apabila kedua karakter tersebut melakukan pernikahan maka mereka bisa mengadopsi anak.

Pihak EA sejauh ini tidak memberikan komentar mengenai alasan langkah yang mereka lakukan dan rumor yang beredar di kalangan penggemarnya.

Game The Sims FreePlay akan menghilang dari layanan App Store iOS dan Play Store Android tanggal 5 Juli nanti. Mereka yang masih memiliki game ini tetap bisa mengaksesnya, tetapi tidak akan menerima update lagi.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.