Hentikan Tuntutan, PUBG dan Fortnite Mendadak Berdamai

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 28 Jun 2018 11:45 WIB
gamespubg
Hentikan Tuntutan, PUBG dan Fortnite Mendadak Berdamai
Game PUBG buatan PUBG Corp asal Korea Selatan.

Jakarta: Sangat panjang untuk merunut pertikaiaan antara beberapa developer game battle royale. Diyakini bahwa genre ini pertama kali diperkenalkan oleh PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) buatan PUBG Corp.

Salah satu pertikaian yang paling sering terdengar adalah antara PUBG Corp dengan Fortnite buatan Epic Games. Alasannya adalah keduanya sama-sama mengusung konsep battle royale tapi dengan beberapa kosmetik maupun fitur yang berbeda.

Pada bulan lalu seperti yang sudah diberitakan oleh Medcom.id, PUBG Corp melayangkan gugatan kepada Epic Games dengan tuduhan menjiplak konsep yang pertama kali diperkenalkan lewat PUBG.

Namun, hari ini dikabarkan bahwa pertikaiaan keduanya tidak jadi dibawa sampai ke pengadilan alias PUBG Corp dan Epic Games berdamai. Gugatan yang diajukan di pengadilan Korea Selatan dinyatakan dihentikan dan pengacara dari kedua pihak sudah surat menyurat.

Perwakilan dari PUBG bersama firma pengacaranya di Korea Selatan menyatakan bahwa hal tersebut memang benar. Namun, mereka tidak mau memberikan keterangan alasan gugatan tersebut dihentikan.

Sewajarnya saat gugatan hukum dihentikan biasanya kedua belah pihak yang bertikai sudah membuat kesepakatan atau settlement. Baik PUBG Corp maupun Epic Games tidak memberikan komentar atau keterangan atas hal ini.

PUBG dirilis pada Maret 2017, sementara Fortnite baru dirilis pada Juli 2017. Namun, kepopuleran PUBG tersalip Fortnite. Pada bulan Februari lalu Epic Games mengklaim bahwa jumlah pemain Fortnite mencapai total 3,4 juta pemain, menyalip total pemain PUBG yang hanya mencapai 3,3 juta pemain.

Gugatan hukum ini tadinya cukup rumit, sebab PUBG dikembangkan menggunakan teknologi game engine Unreal yang dikembangkan oleh Epic Games, developer game Fortnite. Bahkan saham kedua perusahaan tersebut sebagian sama-sama dimiliki oleh Tencent.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.