Rainbow Six: Siege Bawa Operation Para Bellum

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 23 May 2018 07:23 WIB
gamesubisoft
Rainbow Six: Siege Bawa Operation Para Bellum
Rainbow Six: Siege Operation Para Bellum.

Jakarta: Tom Clancy's Rainbow Six: Siege naungan Ubisoft kembali menyajikan update lewat misi bernama Operation Para Bellum, mulai dari arena permainan sampai operator atau karakter yang dimainkan.

Lewat informasi yang dibagikan oleh Ubisoft kepada Medcom.id, dijelaskan bahwa dalam Operation Para Bellum, ada arena permainan berupa rumah bergaya Tuscan di Italia. Diceritakan bahwa rumah tersebut milik tokoh kriminal di Italia yang keburu ditinggalkan pelakunya.

Dalam video gameplay yang disajikan, diperlihatkan bahwa arena ini memiliki banyak ruangan yang menyajikan sebuah tantangan bagi pemain untuk selalu berhati-hati dalam memasuki setiap ruangan agar tidak terkena tembakan sudut mati dari lawan main.

Untuk Operator yang dihadirkan dari Operation Para Bellum tersedia dua Operator jenis defend yang diceritakan sebagai anggota tim anti teror Italian Gruppo do Intervento Speciale (G.I.S). Pertama ada operator perempuan dengan kode panggilan Alibi.

Seperti biasa, setiap operator memiliki kelebihan dengan gadget canggih mereka. Alibi memiliki alat Hologram yang bisa digunakan untuk menggandakan dirinya sebanyak tiga orang. Meskipun hologram tersebut hanya membuat dirinya terlihat banyak dan tidak bisa menyerang, alat ini menjadi jebakan untuk menipu musuh.



Setiap musuh melakukan serangan terhadap sosok Hologram tersebut, posisi musuh akan terdeteksi untuk beberapa saat. Musuh tetap bisa merusak alat Hologram dengan hanya menembak alat Hologram yang ada di lantai.

Ubisoft menjelaskan tetap ada operator yang bisa menemukan kelemahan teknologi tersebut dengan membedakan mana sosok Hologram dan yang asli.

Beralih ke satu Operator terbaru yakni berkode panggilan Maestro. Di game ini kamera sangat berperang penting untuk memantau musuh. Maestro memiliki gadget yang dikenal sebagai Devil Eye yang merupakan remote access turret.

Mengapa disebut turret? Karena bentuknya yang tidak hanya berfungsi sebagai kamera untuk menandakan musuh tapi juga menembakkan laser dengan daya rusak ringan tapi bisa melakukan tembakan dengan cepat.



Gadget milik Maestro memiliki kekebalan terhadap peluru sehingga untuk merusaknya harus menggunakan peledak atau senjata explosive dan menggunakan senjata manual seperti Operator yang menggunakan palu.

Pemain tetap bisa merusak gadget ini dengan tembakan peluru saat kaca pelindung gadget ini terbuka, yakni momen gadget ini akan menembakkan laser.

Tidak hanya itu, dari sisi sitem permainan, Rainbow Six: Siege juga kini mengadopsi Pick & Ban yang akan membuat kompetisi akan penuh strategi sejak awal pemilihan operator sebelum pertandingan.

Setiap tim harus menyusun strategi Operator yang tepat untuk menciptakan serangan atau pertahanan terbaik.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.