Ghost Recon Wildlands

Ghost Recon: Wildlands Bertempur Bersama Rainbow Six: Siege

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 24 Jul 2018 11:11 WIB
gamesubisoft
Ghost Recon: Wildlands Bertempur Bersama Rainbow Six: Siege
Embelm Rainbow Six. (Ubisoft)

Jakarta: Penggemar franchise game populer Tom Clancy's Ghost Recon: Wildlands dan Rainbow Six: Siege patut berbahagia. Kedua game ini mengumumkan crossover dengan bertempur bersama di Bolivia.

Dikutip dari GameSpot, sebagai bagian dari update berjudul Special Operation 2, Ghost Recon: Wildlands mendapatkan misi serta paket senjata dan karakter baru atau classes yang diambil dari game Rainbow Six: Siege.

Misi menjadi salah satu fokus utamanya. Berdasarkan trailer yang juga diunggah Ubisoft, diceritakan bahwa tim operator Ghost Recon: Wildlands mendapatkan kontak dari dua tokoh operator perempuan dari tim anti-teror Rainbow.

Dua tokoh tersebut adalah Valkyrie dari pasukan Navy Seal Amerika Serikat dan Twitch dari GIGN Perancis. Mereka meminta bantuan untuk menyelidiki jejak yang ditinggalkan oleh rekan mereka yakni Caveira yang juga operator tim Rainbow dari pasukan anti-teror BOPE Brazil.

Dalam misi dengan sandi Operation Archangel, tim Rainbow dan Ghost Recon harus menelusuri dan menemukan Caveira yang telah meninggalkan kekacauan dengan kartel Santa Blanca.

Ubisoft menjelaskan bahwa dalam misi tersebut pemain akan disajikan jalan cerita masa lalu Caveira. Caveira sendiri merupakan operator yang dirilis sebagai update game Rainbow Six: Siege di tahun 2016 dengan keahlian khusus mengendap serta melakukan interogasi untuk menemukan lokasi lawan di dalam game Rainbow Six: Siege.

Sementara paket bonus item seperti aksesoris, dan senjata sekaligus classes juga bisa dinikmati dalam mode PvP Ghost War di Ghost Recon Wildlands. Berdasarkan informasi dan trailer yang diberikan Ubisoft, menurut kami update ini membuat mode PvP Ghost Recon: Wildlans semakin mirip dengan gameplay khas Rainbow Six: Siege.

Special Operation 2 bisa didapatkan dengan gratis. Untuk paket item atau aksesori spesial hanya didapatkan apabila berhasil menyelesaikan misi ini sebelum tanggal 14 Agustus 2018.

Crossover semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Ghost Recon: Wildlands, sebelumnya game ini juga melakukannya dengan tokoh Predator dan Agent Sam dari game Splinter Cell.




(MMI)

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga
Review Gadget

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga

5 hours Ago

Vivo V11 Pro sebagai smartphone segmen menengah memberikan RAM 6GB dan kamera depan 24MP.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.