Review Game

Middle Earth: Shadow of War, Serunya Melawan Sauron

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 31 Oct 2017 15:48 WIB
sonyreview game indonesiaplaystation
Middle Earth: Shadow of War, Serunya Melawan Sauron
Middle Earth: Shadow of Mordor teruskan kisah Talion menghadang Sauron

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggemar film The Lord of The Rings mungkin kenal dengan Aragorn, Legolas, dan Gimli. Namun, tidak dengan Talion, jagoan lain yang menjaga kerajaan manusia dari ambisi Sauron jauh sebelum mereka bertiga muncul.

Memang, Talion sendiri hanya hadir dalam franchise game Middle Earth milik Warner Bros. Interactive Entertainment, dan menggunakan latar waktu lebih awal sebelum versi filmnya. Seri game ini telah masuk babak dua, mengusung judul Middle Earth: Shadow of War. Game ini kembali meneruskan kisah dan gameplay menarik yang layak dimainkan. Benarkah demikian? Ini ulasan Metrotvnews.com.

Middle Earth: Shadow of War memang melanjutkan kisah Shadow of Mordor, awal mula dari Talion, seorang penjaga gerbang Black Gate, pintu terakhir markas Sauron menuju dunia ras lainnya. Talion sesungguhnya sudah mati, tetapi ia mendapat kutukan jiwanya bersatu dengan salah raja elf pencipta cincin dan awal petaka dunia LOTR, Celebrimbor. Dari Shadow of War, Anda akan mengetahui asal muasal cincin pembawa bencana di The Lord of The Rings.

Cerita Middle Earth: Shadow of War akan membuka babak baru LOTR yang belum pernah ditemukan dalam versi filmnya. Game ini akan mengajak Anda para penggemar LOTR menyusuri beberapa lokasi penting yang tidak pernah dibahas secara lengkap.



Mengusung konsep open-world, Middle Earth: Shadow of War akan membawa pemain berkelana ke beberapa tempat penting di dunia The Lord of The Rings. Sebut saja, Minas Ithil, kerajaan manusia di wilayah Gondor yang dalam versi layar lebarnya sudah hancur dan berubah jadi Minas Morgul. Talion bakal menjadi saksi kehancuran Minas Ithil, dan misi utamanya adalah mengamankan Palantir, benda yang bisa melihat sosok Sauron. Benda ini juga muncul dalam film The Lord of The Rings: Return of The King. Selain itu, Talion akan menjelajah berbagai benteng milik orc, membuat dirinya tidak punya waktu untuk bersantai.

Teknik permainan yang cenderung terbuka membuat Talion mampu mengeluarkan daya serang yang variatif. Anda tidak harus mengalahkan semua orc, bisa saja melewati mereka secara senyap, atau melumpuhkan mereka demi mengumpulkan informasi lebih jauh. Sebagai manusia yang seharusnya tak beryawa, Talion punya kemampuan khusus berkat Celebrimbor, yang membuatnya bergerak dan menyerang seperti hantu. Anda bisa melancarkan sepuluh pukulan sekaligus, atau melakukan serangan berantai yang akan membuat pemain semakin kuat. Hanya saja, musuh yang ada cenderung tidak memberikan Anda kesempatan untuk melancarkan seranga tersebut.

Teknik permainan secara kesluruhan tidak berbeda dengan pendahulunya. Middle Earth: Shadow of War tetap menghadirkan gaya bertarung yang menarik, dan lebih dari sekadar stealth seperti Assassin's Creed. Berbagai teknik menyerang mistis ala LOTR memang sangat menarik, dan Talion bisa jadi sangat kuat, sekalipun dikerubungi satu peleton orc.



Pihak developer menjanjikan Nemesis System kali ini akan lebih kompleks, dan tampaknya hal itu terbukti. Kelas orc yang hadir tidak terpaku pada kemampuan, kelemahan, atau kelebihan khusus. Setiap orc punya kelas baru yang menunjukkan bahwa mereka bukan pemimpin biasa. Anda akan menemukan kelas orc Epic atau Legendary, yang kemampuannya lebih kuat sekalipun berhadapan dengan orc yang levelnya lebih tinggi. Contohnya, Captain level 25 kelas Legendary akan mudah mengalahkan Captain biasa yang punya level 30.

Selain mengumpulkan bawahan, Nemesis System versi baru dalam Shadow of War juga menyediakan pilihan misi yang lebih menarik. Anda bisa menyuruh Captain mengalahkan Captain musuh, atau menyusup ke dalam hirarkinya. Memang, banyak misi ini yang bersifat repetitif atau berulang. Sisi positifnya, Anda bisa mengumpulkan pasukan orc untuk melumpuhkan satu benteng yang dikuasai oleh orc lain yang menyandang pangkat Overlord. Anda bisa melihat pertempuran masif dalam menyerang benteng terakhir sebelum mengambil alih satu lokasi. Tidak butuh waktu lama, semakin lihai Talion, maka ia bisa mengalahkan Overlord lebih cepat.

Middle Earth: Shadow of War menyediakan misi sampingan yang cukup banyak. Dengan menjalankan misi tersebut, Talion bisa mengetahui masa lalu Shelob, laba-laba yang kekuatannya cukup mengerikan, tak lupa dengan masa lalu Celebrimbor yang nyaris menaklukan Sauron. Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi demi mendapatkan misi.

Sayangnya, misi sampingan cenderung tidak menarik. Anda bisa saja tidak menjalankan misi tersebut sama sekali, dan tetap bisa menyelesaikan cerita utama dengan mudah. Selain itu, tidak ada perbedaan yang menonjol dari setiap misi sampingan, sehingga Anda akan cepat merasa bosan.



Microtransaction adalah salah satu fitur Middle Earth: Shadow of War yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk gamer yang mengutamakan cerita singleplayer. Melalui menu ini, Anda bisa membeli perlengkapan yang sangat kuat, tak lupa dengan Captain level Legendary yang menyeramkan. Fitur ini baru berguna untuk Anda yang gemar bermain mode multiplayer yang merebut benteng pemain lain.

Saya sudah bermain sekitar 50 jam, dan tetap bisa menciptakan pasukan terkuat tanpa harus membeli Captain atau senjata lainnya. Anda bisa membeli beragam item yang tersedia dengan mata uang dalam game, dan harganya memang tidak terlalu murah.

Terlepas dari hal tersebut, Middle Earth: Shadow of War menyediakan dunia permainan yang cukup luas. Begitu luas sampai Anda harus mengunjungi beberapa tempat dengan fast travel. Dunia yang luas ini mendukung beragam misi sampingan yang telah saya paparkan tadi. Anda tidak selalu mengunjungi bangunan orc, tetapi juga gunung, sungai, dan gua. Memang, penggambaran dunianya tidak seperti Assassin's Creed yang berkaitan dengan dunia nyata. Dunia dalam game ini lebih natural, dan tetap memberikan batasan wilayah yang bisa dijelajah Talion.

Membicarakan kualitas grafis, Middle Earth: Shadow of War menawarkan peningkatan yang cukup baik. Efek visual yang lebih tajam tetap menawarkan ciri khas Shadow of War yang kental dengan nuansa LOTR. Sepanjang permainan, saya tidak menemukan bug yang agak mengganggu, seperti rendering yang tiba-tiba bermasalah. Saya sendiri memainkan versi PS4, dan Middle Earth: Shadow of War menawarkan grafis yang punya kelas sendiri.


Kesimpulan 

Sekuel yang tepat, inilah kesimpulan saya untuk Middle Earth: Shadow of War. Tidak sekadar meneruskan kisah, game ini menawarkan beragam fitur baru yang menambah keseruan bermain, walaupun tidak semuanya. Cerita memang merupakan aspek utama yang menjadi kelebihan, ditambah dengan gameplay khas buatan Monolith yang selama ini sudah mendarah daging di franchise Batman. Microtransaction mungkin sebagai salah satu fitur yang seharusnya tidak ada, tetapi pada dasarnya tidak akan mengganggu Anda bertualang di Middle-Earth.

Platform: PC, PlayStation 4, Xbox One
Developer: Monolith Software
Publisher: Warner Bros. Interactive Entertainment
Tanggal Rilis: 10 October 2017
Jenis: Action-RPG


                           

Middle Earth: Shadow of War

 

8,9

  • Nemesis System makin ngeri
  • Pilihan kemampuan lebih beragam
  • Bertarung dengan makhluk dan tokoh mengerikan dalam dunia LOTR
  • Konsep loot cenderung dipaksakan
  • Alur cerita misi sampingan kurang menarik



(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

1 day Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /