Main Curang Keterlaluan, Epic Games Tuntut dua Gamer Fortnite

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 13 Oct 2017 11:30 WIB
games
Main Curang Keterlaluan, Epic Games Tuntut dua Gamer Fortnite
Dua cheater di Fortnite dituntut oleh Epic Games

Metrotvnews.com: Perang melawan cheater di game Fortnite oleh Epic Games semakin gencar.

Setelah memblokir akses ribuan pemain, Epic Games mengumumkan pihaknya baru saja melayangkan gugatan hukum ke dua pemain Fortnite yang merupakan cheater. Menurut PC GAMER, dua pemain tersebut adalah Brandon Broom dan Charles Vraspir.

Lalu apa "dosa" yang telah diperbuat keduanya sehingga Epic Games harus menuntut secara hukum?

Menurut investigasi Epic Games, keduanya merupakan pemain yang menggunakan program khusus untuk bermain curang. Epic Games telah memblokir akses, namun keduanya kembali tampil dengan nama berbeda di game Fornite.

Parahnya, keduanya terus bermain curang sehingga Epic Games harus melakukan pengkajian lebih dalam terhadap mereka.

Setelah dikaji, Broom dan Vraspir ternyata terindikasi sebagai bagian dari situs AddictedCheats.net yang menawarkan gamer akses ke program cheat di berbagai game. Situs tersebut bahkan mewajibkan gamer membayar sejumlah uang untuk mengakses program cheat yang terdapat di situs.

Berbekal bukti tersebut, Epic Games akhirnya memutuskan untuk menuntut Broom dan Vraspir secara hukum dengan alasan telah memodifikasi kode di dalam game secara ilegal menggunakan software pihak ketiga.

Belum jelas berapa jumlah uang tuntutan yang akan dilayangkan, namun Epic Games mengatakan mereka melakukan ini agar para cheater lain merasa kapok.

"Ketika ada pemain yang bermain curang menggunakan software ilegal, pemain lain yang bermain jujur akan terkena dampaknya," ujat perwakilan Epic Games.

"Kami sangat serius dalam membasmi para cheater. Kami juga akan melakukan tindakan apapun agar game ini bisa dimainkan secara adil dan kompetitif bagi semua."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.