Remaja Masa Kini Ternyata Suka Game Klasik

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 08 Oct 2016 19:07 WIB
games
Remaja Masa Kini Ternyata Suka Game Klasik
Berangkat produk konsol klasik dan gamenya

Metrotvnews.com, Jakarta: Game saat ini menghadirkan bergam aspek yang pada akhirnya membuat sebuat game itu sendiri sebagai sarana hiburan yang kompleks.

Contohnya saja, game-game AAA ciptaan publisher ternama, yang menyajikan kualtias grafis menawan dan cara bermain yang rumit. Pada dasarnya, game menjadi sebuah hiburan yang untuk sebagian orang tidak menyenangkan.

Namun, bukan berarti gamer saat ini tidak menyukai game klasik yang memiliki keterbatasan dari berbagai sisi. GameStart Asia 2016 adalah salah satu ajang yang mencoba membuktikan hal ini, dan tampaknya berhasil. Ajang ini menghadirkan beberapa tempat yang penuh dengan nuansa game retro.

Salah satunya adalah Versus City, yang menjual dan menyediakan tempat bermain semua konsol klasik, dari versi yang paling tertua Atari 2600, Famicom, Sega Saturn, sampai PlaySation One. Menurut mereka, para pengunjung sangat antusias ketika bermain game-game klasik tersebut.

"Ketika mereka (pengunjung) melihat konsol baru dengan game baru, mereka merasa itu kurang menantang. Menurut mereka, game klasik justru lebih menantang," kata Jonathan dari Versus City, salah satu penyedia konsol dan game klasik.

"Mereka melihat game klasik mempunyai kesulitan yang lebih tinggi. Selain itu, banyak juga kelebihan yang ditawarkan game klasik."

Menurutnya, ketika dirancang, game klasik memiliki tujuan sebagai sarana hiburan keluarga, yang tentunya mengundang tawa dan keseruan di saat yang bersamaan. Selain itu, grafis yang masih 8-bit dan jenis konsol yang belum canggih malah sanggup menghasilkan permainan yang sistematis dan cepat. "Anda tidak akan menemukan loading di game klasik."

Di sisi lain, walaupun mendapat sambutan yang positif, Jonathan merasa masih perlu pengenalan lebih jauh kepada gamer zaman sekarang. Oleh karena itu, diperlukan berbagai cara lainnya untuk merangkul para gamer ini.

Nuansa retro sekarang ini sering kita temukan pada game mobile. Selain menyediakan grafis minim dan gameplay yang sederhana, game-game besutan developer indie ini juga membutuhkan ruang penyimpanan yang kecil. Kebutuhan hardware yang lebih rendah memungkinkannya terpasang di hampir semua kelas gadget.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.