Review Game

Monster Hunter: World, Satu Game PS4 Terbaik Awal 2018

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 09 Feb 2018 11:44 WIB
gamessonyreview game indonesiaplaystation
Monster Hunter: World, Satu Game PS4 Terbaik Awal 2018
Monster Hunter: World untuk PS4

Jakarta: Monster Hunter, nama franchise game ini cukup terkenal untuk game konsol PlayStation. Game yang terbit di bawah payung Capcom ini pertama kali muncul tahun 2004 untuk PlayStation 2. Judul yang meluncur tahun ini merupakan yang pertama untuk PS4, dan bisa dibilang menjadi jawaban untuk para penggemar beratnya di seluruh dunia.

Alasannya, gamer PlayStation memang sudah lama menantikan seri terbaru Monster Hunter untuk konsol terkini. Mereka pasti mengharapkan berbagai hal baru yang lebih seru dan menarik. Saya bukan penggemar franchise ini, tetapi Monster Hunter: World sangat layak untuk Anda mainkan.

Monster Hunter: World, mengisahkan dunia fantasi New World yang penuh monster. Sesuai judulnya, pemain sebagai Hunter atau pemburu dari Old World, tempat tinggal manusia yang sudah sangat padat. Tugas utamanya adalah menangkap atau melumpuhkan monster yang ditemui.



Selain itu, Anda juga membantu meneliti fenomena alam yang melibatkan Elder Dragons, atau para naga yang menjadi penguasa ekosistem dunia fantasi ini. Pada awalnya, saya mengira Monster Hunter: World punya gameplay yang tergolong biasa. Impresi saya ini salah setelah bermain dalam waktu tidak sampai tiga jam.

Seperti game online pada umumnya, pemain diberikan kustomisasi pembuatan karakter yang variatif. Monster Hunter: World memberikan akses pengaturan tampilan fisik karakter yang sangat beragam. Memilih warna rambut, raut muka, dan tinggi badan adalah hal yang biasa. Lebih spesifik, dalam Monster Hunter: World Anda bisa mengatur posisi mata (masih dalam batas wajar), alis, cekungan pipi, sampai warna yang berbeda untuk setiap mata.

Alhasil, Anda bisa menciptakan karakter dengan wajah yang tegas atau lucu. Beberapa gamer yang sudah menjajal langsung mengunggah karakter ciptaan mereka ke internet, dan saya belum pernah menemukan desain wajah yang unik seperti Monster Hunter: World. Skyrim mungkin menjadi game sebelumnya yang memberikan keleluasaan ini, tetapi pada dasarnya game tersebut punya rangka wajah yang sama.



Setelah kreasi karakter, lanjut beralih ke permainan. Monster Hunter: World tidak menyediakan kelas karakter seperti game RPG pada umumnya. Kemampuan setiap pemain bergantung pada jenis senjata yang digunakan. Ketimbang menggunakan pedang besar dengan jarak serangan dekat, saya lebih menyukai senjata dengan serangan jarak jauh.

Menariknya, pilihan senjata jarak jauh cukup banyak. Anda bisa memilih busur panah ringan atau berat, crossbow dengan daya rusak yang lebih besar, atau Gunlance yang juga kuat dalam serangan jarak dekat. Senjata ini bisa ditingkatkan kemampuannya sepanjang permainan, sehingga bisa saja Anda tidak perlu mencari senjata baru.

Monster Hunter: World tidak akan menghadapkan Anda dengan tutorial yang panjang dan membosankan. Panduan dasar kontrol dan pengaturan langsung muncul dalam permainan. Cara ini membuat pemain tidak perlu khawatir tertinggal cerita karena sibuk melihat banyak tulisan yang Anda belum tentu membacanya.

Pembuktian bahwa Monster Hunter: World berisikan monster berukuran raksasa juga langsung terlihat sejak awal pemainan. Walaupun tidak langsung bertarung, Anda langsung berhadapan dengan salah satu monster kuat dalam game ini. Dunia New World juga menawarkan berbagai monster yang bentuknya tidak biasa, dan pastinya sangat kuat. Tidak selalu monster yang hidup di daratan, banyak sekali monster terbang yang sangat menakutkan.



Begitu banyaknya sehingga Anda disarankan tidak bermain sendirian. Sebagian besar monster yang Anda hadapi merupakan boss, dan sangat jarang Anda harus mengalahkan monster lemah. Beberapa monster memang terlalu kuat, dan ketimbang seorang diri menghantamnya, menyerang bersama pemain lain jauh lebih baik. Selain itu, bermain multiplayer juga bisa menciptakan kombinasi serangan yang lebih apik.

Pemetaan lingkungan permainan adalah aspek berikutnya yang saya lihat sangat menarik dari Monster Hunter: World. Tidak mengusung MMO, Capcom membagi semua pemain ke dalam beberapa sesi. Anda bisa menciptakan sesi permainan sendiri, yang nantinya bisa diakses oleh siapapun atau hanya teman.

Bergabung dengan sesi permainan gamer lain via pilihan Matchmake juga akan memudahkan pemain. Begitu masuk dalam sesi permainan, Anda tetap bertualang sendiri, dan pemain lain bisa ikut bertualang setelah Anda memberikan akses tersebut. Permainan juga semakin seru karena Anda akan melihat sedikit tampilan loading.

Tidak harus selalu di awal permainan, Anda bisa memanggil pemain lain saat dalam keadaan darurat, seperti hampir kalah melawan monster kuat. Panggilan darurat seperti sinyal SOS ini akan menampilkan tanda khusus di sesi pemain lain. Begitu setuju, mereka akan masuk dan membantu Anda. Tingkat kesulitan permainan juga akan langsung menyesuaikan. Artinya, monster akan lebih sulit ditaklukan jika Anda tetap menghantamnya sendirian.



Wilayah permainan sangat luas, dan Monster Hunter: World memastikan bahwa Anda tidak dibuat pusing dan kesasar karena jalur petualangan yang tidak terlalu terbuka. Pergerakkan karakter memang tidak terlalu bebas, tetapi Anda masih bisa berlari dan melompati jurang.

Setiap wilayah punya karakteristik masing-masing, sehingga sepanjang permainan Anda tidak melulu bertemu hutan lebat atau padang rumput. Dunia New World juga penuh dengan material unik yang bisa meningkatkan kemampuan senjata atau untuk meracik minuman yang bisa meningkatkan status karakter sementara.

Kekurangan yang paling terlihat dalam Monster Hunter: World adalah konektivitas jaringan dan penyesuaian multiplayer. Sebagai game yang menghadirkan kualitas visual apik, Monster Hunter: World memerlukan bandwidth yang cukup besar. Cukup sulit terhubung jika Anda menggunakan internet dengan kecepatan kurang dari 7Mbps, dan akan lebih baik jika Anda memakai jaringan internet dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Monster Hunter: World harus mengkases PSN jika Anda ingin menikmati permainan secara maksimal.

Penyesuaian mode multiplayer cukup rumit. Monster Hunter: World menyajikan mode singleplayer yang bisa mengundang pemain lain seandainya Anda merasa dalam kesulitan. Cara seperti ini jauh lebih mudah ketimbang Anda mengajak teman bergabung mengerjakan misi sejak awal. Anda tidak bisa langsung mengundang dengan mengakses daftar teman di dalam game. Teman hanya bisa diundang via menu antarmuka PS4, kemudian menekan pilihan Invite atau Join Session. Pemain juga akan diminta memasukan 12 kode yang tertera dalam pilihan Matchmake.

Kesimpulan
Monster Hunter: World adalah game spesial yang wajib Anda mainkan di awal 2018. Selain menyajikan gaya permainan yang apik, game ini mampu menyuguhkan dunia fantasi yang unik. Saya sendiri bukan penikmat game petualangan yang menekankan mode multiplayer, tetapi Monster Hunter: World bisa membuang anggapan buruk saya selama ini.

Tampilan visual yang mumpuni dengan dunia yang penuh monster bakal membuat Anda pensaran untuk menaklukannya. Fitur multiplayer memang tersedia, tetapi ini tidak menjadi suatu keharusan ketika pemain merasa sanggup bertualang sendiri.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Developer: Capcom
Publisher: Capcom
Tanggal Rilis: 26 Januari 2018
Jenis: Action-RPG 
 
 
9.8
Monster Hunter: World
Plus
  • Dunia fantasi dengan tampilan visual menarik
  • Kustomisasi karakter sangat detil
  • Mode singleplayer keren
  • Panduan awal ramah untuk pemain baru
Minus
  • Perlu koneksi internet yang cukup kencang
  • Mode multiplayer kurang mulus bersama teman



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.