Fear The Wolves, Game ala PUBG Berlatar Chernobyl

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 08 Feb 2018 10:29 WIB
games
Fear The Wolves, Game ala PUBG Berlatar Chernobyl
Fear The Wolves merupakan game bergaya battle royale dengan latar kota Chernobyl yang diselimuti efek radiasi nuklir.

Jakarta: Vostok Games, tim developer yang dulu menggarap game STALKER tengah sibuk menggarap game ala PUBG bernama Fear The Wolves.

Masih mengusung latar cerita game terdahulu mereka, STALKER dan Survarium, game Fear The Wolves akan menghadirkan gaya PUBG dengan latar lokasi Chernobyl, Rusia. Seperti yang diketahui, kota hantu tersebut ditinggalkan akibat kebocoran fasilias nuklir di tahun 1986.

Berbekal latar lokasi dan cerita yang melekat di kota tersebut, Fear The Wolves menyajikan konsep battle royale yang diklaim cukup berbeda. Dikutip dari Polygon, game ini juga akan terfokus kepada cara pemain bertahan dari kondisi alamnya.

Apabila game battle royale biasanya pemain hanya dituntut mencari senjata dan menyerang pemain lain, nantinya pemain harus mengumpulkan perlengkapan demi memperluas jangkauan permainan di kawasan yang terkena radiasi nuklir.

Selain itu, disebutkan bahwa game ini akan menghadirkan perubahan cuaca dan waktu dari siang ke malam. Jadi, perubahan kondisi area permainan yang dinamis juga akan mempengaruhi strategi permainan di dalamnya.

Sebagai tambahan, dikabarkan dalam game tersebut juga akan ditemukan beberapa makhluk hasil mutasi efek radiasi nuklir namu tidak diketahui apakah karakter tersebut akan memiliki peran dalam game tersebut.

Vostok Games menggandeng publisher Focus Home Interactive dalam game yang telah digarapkan dan dijanjikan akan segera mendapatkan tahap early access untuk PC di tahun ini, bahkan mereka menyatakan menargetkan game ini dirilis tahun ini juga.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.