Demi Cegah Pembajakan, Kreator Game Pasang Malware di Produknya

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 20 Feb 2018 09:37 WIB
games
Demi Cegah Pembajakan, Kreator Game Pasang Malware di Produknya
Game Microsoft Flight Simulator.

Jakarta: Apabila pernah memasang game bajakan, pasti Anda familier dengan langkah saat Anda harus mencari password atau serial number yang digunakan saat proses pemasangan.

Diketahui bahwa salah satu game ternama menggunakan malware yang dimodifikasi untuk mencegah Anda menggunakan identitas serta serial number milik orang lain ketika memasang game yang tidak Anda beli secara legal.

Dikutip dari TechSpot, FSLabs developer game Microsoft Flight Simulator menggunakan sebuah file yang disisipkan malware untuk setiap identitas dan serial number yang diterima saat pengguna game melakukan registrasi.

Hal ini juga diakui oleh hasil analisis dari perusahaan keamanan siber Fidus Information Security. Namun, mereka menyebutkan bahwa malware yang disisipkan leat file 'text.exe.' tersebut tidak berbahaya.

Pendiri sekaligus pemiliki tim developer FSLabs Lefteris Kalamaras dalam forum di situs mereka menjelaskan bahwa malware tersebut intinya tidak berbahaya dan tidak mencuri informasi pribadi pemilik game Flight Simulator.

"Kami menggunakan metode yang spesifik untuk mengumpulkan dan mengenali identitas dan serial number yang disebar oleh pembajak game di layanan ThePirateBay dan sejneisnya. Jadi saat ada orang lain yang menggunakannya maka kami akan mendapatkan peringatan," tutur Kalamaras.

Malware yang ditanamkan dalam game tersebut baru bisa terdeteksi apabila penggunanya memasang game Flight Simulator versi bajakan. Kalamaras sendiri menyadari bahwa ada sebagian pihak yang merasa tidak senang dengan cara ini.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.