Legion of Champions 2018

Dikalahkan Malaysia, Headhunters Gugur di Perdelapan Final

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 28 Jan 2018 10:29 WIB
lenovogamesesportLegion of Champions 2018
Dikalahkan Malaysia, Headhunters Gugur di Perdelapan Final
Tim Fire Dragoon wakil Malaysia di turnamen Legion of Champions 2018.

Bangkok: Impian Indonesia untuk membawa pulang salah satu prestasi laga eSport internasional di awal tahun ini harus direlakan. Tim Headhunters harus berhenti berlaga di perdelapan final.

Masih berlokasi di Pantip Plaza Pratunam Bangkok, Thailand, Headhunters harus tunduk dalam laga melawan wakil Malaysia, Fire Dragoon. Pertarungan Headhunters melawan Fire Dragoon menjadi pertemuan pertama dan terakhir mereka dalam tunamen Legion of Champions 2018.

Fire Dragoon puas menaklukan Headhunters dengan skor babak 2-0 tanpa balasan. Pada ronde pertama, memang terlihat Fire Dragoon bermain sangat rapi, karena hampir setiap pertarungan karakter 1 vs 1 yang terjadi langsung berubah menjadi 2 vs 1 atau lebih.

Pemain Fire Dragoon hampir jarang meninggalkan salah satu karakter timnya bertanding sendiri. Pemain dari Headhunters sendiri kerap terjebak dan dikeroyok oleh pemain Fire Dragoon selama permainan.

Alhasil, selisih skor dalam permainan cukup jauh, Fire Dragoon lebih banyak memukul mundur karakter pemain Headhunters. Bahkan beberapa kali Fire Dragoon hampir melakukan wipeout karakter tim Headhunters.

Dalam kondisi itu mau tak mau menara turret menuju basis Headhunters dengan mudah diruntuhkan satu persatu karena Fire Dragoon hanya mendapatkan perlawanan dari pasukan  minion.

Kondisi ini kembali terjadi di ronde kedua yang berakhir Fire Dragoon lolos menjadi pemenang dan mendapatkan tiket ke Semifinal Legion of Champions 2018 Bangkok yang selanjutnya bertemu dengan War Gods wakil  Filipina yang sempat mengalahkan mereka di babahk penyisihan group.

Padahal, Fire Dragoon tidak lebih baik dari Headhunters sebelumnya. Apabila Headhunters berhasil lolos dari babak penyisihan grup dengan skor menang 3 kali dan kalah 1 kali, Fire Dragoon justru hanya menang 2 kali dan kalah 2 kali.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.