Batal Adopsi DirectX 12, Developer Star Citizen Lebih Pilih Vulkan

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 21 Mar 2017 12:11 WIB
games
Batal Adopsi DirectX 12, Developer Star Citizen Lebih Pilih Vulkan
Star Citizen akan gunakan Vulkan

Metrotvnews.com: Cloud Imperium Games mengumumkan akan mengganti API grafis DirectX dan akan mulai menggunakan Vulkan di game Star Citizen.

Menurut PC GAMER, hal tersebut diumumkan langsung oleh salah satu anggota developer Cloud Imperium Games, yaitu Ali Brown.

Dalam sebuah postingan di forum resmi Cloud Imperium Games, Brown mengatakan Cloud Imperium Games memilih Vulkan karena API grafis tersebut mendukung sistem operasi Windows versi terdahulu tanpa mengorbankan performa dan fitur. Dengan demikian, Vulkan terpilih sebagai API grafis untuk Star Citizen, dan akan menggantikan DirectX 11 yang kini sedang digunakan.

"Awalnya kami ingin berpindah menggunakan DirectX 12. Namun sejak Vulkan muncul dan memperkenalkan fiturnya, terutama dukungan terhadap sistem operasi Windows lama dan Linux, kami lebih memilih untuk menggunakan API grafis tersebut. Kami tidak ingin memaksa pengguna untuk melakukan upgrade ke Windows 10," tulis Brown.

Brown juga menegaskan Cloud Imperium Games tidak memiliki kewajiban dan hubungan khusus dengan Microsoft sehingga mereka bebas untuk menggunkan API grafis apapun.

Selain itu, kebanyakan pemain Star Citizen masih enggan berpindah ke Windows 10 sehingga Vulkan tentu saja lebih menguntungkan bagi Cloud Imperium Games.

"Kami akan menggunakan DirectX 12 jika kami menemukan kelebihan substansial di API grafis tersebut ketimbang Vulkan. Menurut kami baik Vulkan dan DirectX 12 tidak terlalu berbeda secara kualitas dan performa," ujar Brown.

Adopsi DirectX 12 memang termasuk lambat. Banyak developer game yang mengeluhkan kalau DirectX 12 sulit untuk diprogram dari DirectX 11. Kebanyakan game yang dirilis akhir-akhir ini juga masih menggunakan DirectX 11.

Sejauh ini, usaha Microsoft adalah mempromosikan DirectX 12 bersama dengan Windows 10, namun hal tersebut berarti memaksa pengguna untuk beralih ke Windows 10 untuk menggunakan DirectX 12.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.