TEAMnxl> Wakili Indonesia di Hearthstone Asian Games 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 06 Jun 2018 14:29 WIB
gamesesport
TEAMnxl> Wakili Indonesia di Hearthstone Asian Games 2018
Hendy K.

Jakarta: Seperti yang sudah ramai dibicarakan, kompetisi olahraga Asian Games 2018 akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Indonesia sebagai tuan rumah juga akan menampilkan pertandingan esport sebagai eksibisi.

Ada enam game yang dipertandingkan, mulai dari Arena of Valor, PES 2018, league of Legends, Clash Royale, Starcraft 2, dan Hearthstone. Nama game terakhir yang disebut mungkin baru belum lama terdengar di industri esport Indonesia beberapa tahun belakangan.

Game yang mengusung genre trading card (TCG) ini sebetulnya sudah hadir sejak 2014. Game ini cukup populer karena dirilis oleh Blizzard dan mengadopsi tema dan karakter dari game Warcraft. Kabar baiknya, Indonesia akan mengirim wakil di game ini, yakni Hendy K. Handisurya.

Pria yang akrab disapa Joe dengan dengan nickname Joth703 ini bergabung dengan TEAMnxl> sejak 2017 ini mengaku sebenarnya baru bermain game Hearthstone di tahun 2016 yang sebelumnya lebih sering bermain game Warcraft 3, Dota, dan Starcraft 2.

"Meskipun mainnya agak telat tapi waktu itu saya sudah sempat lelolos ke beragam Hearthstone Championship tapi sudah sampai kompetisi internasional. Pas mau gabung dengan TEAMnxl> juga sempat ada kontak tawaran untuk bergabung dengan tim asal Australia," tutur Joe.

Joe menyebutkan bahwa game Hearthstone sebetulnya terbilang populer, karena ada data tahun 2017 yang menyebutkan game ini menjadi salah satu game dengan user terbanyak, yakni 70 juta pemain. Game Hearthstone bisa diakses lewat PC maupun mobile.

Joe menyebutkan ada delapan kompetisi Hearthstone yang pernah diikutinya dan sebetulnya juga mewakili Indonesia, di antaranya Summer HCT Playoff 2016, Thailand Bangkok Major 2016, Malaysia Major 2017, Pattaya Major 2017, Pantip Major 2017, THQ APAC 2017, Hearthstone Global Games 2017, dan HCT Spring playoff 2017.

"Game Hearthstone yang bikin seru mungkin adu strateginya dan bagaimana caranya untuk overplay permainana lawan, jadi game genre TCG itu perpaduan antara catur dan poker modern. Selain itu karena mengadopsi latar Warcraft dan dirilis Blizzard makanya game ini juga menarik," cerita Joe.

Dia menceritakan awalnya asosiasi esport Indonesia yakni IESPA menyaring 32 pemain Hearthstone berdasarkan prestasi dan peringkat ladder untuk kualifikasi nasional. Untuk sesi latihannya, Joe mengasah kemampuannya dengan bermain 2-4 jam sehari, tapi menjelang acara, dia berlatih 6-8 jam sehari.

"Harapannya tentu bisa jadi juara pertama di Asian Games 2018, apalagi Indonesia jadi tuan rumah. Realisasi esport tampil di Asian Games juga jadi bentuk nyata perhatian pemerintah ke industri game jadi harapannya ada lagi event seperti ini dan semakin berkembang," jelas Joe.

Dia juga yakin bahwa game Hearthstone akan menjadi lebih populer setelah kompetisi Asian Games 2018.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.