Melihat Templar, Pasukan Baru di XCOM 2: War of The Chosen

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 20 Jul 2017 22:45 WIB
games
Melihat Templar, Pasukan Baru di XCOM 2: War of The Chosen
Senjata utama Templar bukanlah senapan atau pedang, melainkan energi psionic (gambar: istimewa)

Metrotvnews.com: Firaxis kembali merilis informasi baru mengenai ekspansi XCOM 2, yaitu War of The Choosen. Kali ini, Firaxis memperlihatkan faksi Templar yang bisa diajak bergabung untuk bertempur melawan Advent dan para The Choosen.

Berbeda dengan prajurit XCOM dan faksi lainnya, Templar merupakan pasukan istimewa karena mereka bisa mengendalikan kekuatan psionic denngan sangat baik. Melalui kemampuan khusus tersebut, Templar bisa menjadi salah satu ancaman serius bagi Advent dan The Chosen.

Senjata utama Templar bukanlah senapan atau pedang, melainkan energi psionic. Energi tersebut bisa tampil dalam berbagai wujud mulai dari pedang hingga lontaran energi seperti halilintar. Templar juga sangat lincah. Mereka bisa berlari ke arah target, menyerang secara fisik dan kembali ke tempatnya semula.



Energi psionic yang dimiliki Templar juga bisa ditembakkan dari jarak jauh. Energi tersebut bahkan bisa menghantam musuh lebih kuat dan lebih banyak jika Templar telah membunuh lawan. Semakin banyak musuh yang dibunuh, maka kekuatan psionic-nya akan semakin kuat.

Lebih hebatnnya lagi, Templar bisa membentuk energi psionic tersebut sebagai perisai yang bisa melindungi mereka dari berbagai serangan. Ini membuat mereka lebih bisa bergerak secara independen dan terpisah dari tim. Terakhir, Templar bisa menggunakan kekuatannya untuk membuat hologram. Tentu saja hologram tersebut bisa digunakan untuk menyerang musuh.

Ekspansi XCOM 2: War of The Choosen akan dirilis pada 29 Agustus mendatang untuk PC, PlayStation 4, dan Xbox One.




(MMI)

Samsung Galaxy C9 Pro, Si Bongsor Bodi Mulus
Review Smartphone

Samsung Galaxy C9 Pro, Si Bongsor Bodi Mulus

1 week Ago

Samsung Galaxy C9 Pro hadir dengan layar besar berukuran 6 inci, dengan dukungan RAM dan memori…

BERITA LAINNYA
Video /