Masuk Ranah Esport, UniPin Gelar Kompetisi SEACA

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 17 Oct 2018 17:07 WIB
games
Masuk Ranah Esport, UniPin Gelar Kompetisi SEACA
Pembukaan SEACA di Mall Taman Anggrek. (Medcom.id)

Jakarta: UniPin mengadakan kompetisi esport South East Asia Cyber Arena. Co-founder dan CEO UniPin, Ashadi Ang mengatakan, pendaftaran acara ini sebenarnya telah mulai diadakan pada bulan April lalu. 

Dari 10 ribu pendaftar, UniPin memilih 230 finalis melalui babak kualifikasi, baik secara online ataupun offline. Mempertandingkan 9 game esport, pendaftaran SEACA diadakan di 16 kota. Total hadiah SEACA mencapai Rp1,4 miliar.

Ashadi mengatakan, tujuan UniPin mengadakan SEACA adalah untuk mengembangkan ekosistem esport di Indonesia.

"Kenapa kami mau repot-repot mengadakan babak kualifikasi online dan offline? Karena kami ingin memberikan kesempatan pada seluruh gamer di Indonesia untuk bertanding di kancah internasional," kata Ashadi.

Menurut riset Newzoo, pada tahun 2017, Indonesia memiliki 43,7 juta gamer yang rela menghabiskan USD880 juta untuk bermain game. Ini membuat Indonesia masuk ke dalam 16 besar dari segi pendapatan game online.

Sementara di Asia Tenggara, diperkirakan terdapat 9,5 juta penggiat esport. Angka ini diperirakan akan naik dua kali lipat pada 2019.

UniPin adalah penyedia voucher game terbesar di Indonesia. Namun, Ashadi mengatakan bahwa mereka akan membuat UniPin esport yang akan fokus untuk mengembangkan industri esport di Indonesia. Kompetisi SEACA akan dijadikan sebagai acara tahunan.



"Tahun depan, jumlah game yang akan dikompetisikan mungkin akan bertambah, sesuai dengan tren," kata Ashadi.

Beberapa game yang ditandingkan di SEACA adalah Mobile Legends, PUBG PC, Vain Glory, CS: Go, DOTA 2, dan Hearthstone. Tidak terutup kemungkinan, dia menambahkan, acara ini juga akan digelar di negara-negara tetangga. 

Keinginan UniPin untuk mengembangkan industri esport didukung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang menghadiri pembukaan SEACA. Dia berharap, akan ada gamer Indonesia yang bisa menyabet medali dari cabang esport pada Asian Games 2022 yang diadakan di Hangzhou, Tiongkok.

"Asian Games 2022 akan diadakan di Hangzhou. Kota yang menjadi tuan rumah memiliki hak khusus untuk memasukkan pertandingan dalam Asian Games. Mengingat ada banyak game yang dikembangkan di Tiongkok, esport akan dijadikan pertandingan resmi untuk memperebutkan medali," kata Rudiantara.

Dia mengatakan, para gamer Indonesia masih memiliki waktu tiga tahun untuk mempersiapkan diri untuk bersaing dalam ajang bergengsi itu.

"Saya juga sudah berbicara dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, untuk menyiapkan gamer agar menjadi atlet resmi," katanya.

Dia berusaha mendorong semangat dengan menyebutkan bahwa para perebut medali emas di Asian Games tahun ini mendapatkan hadiah sebesar Rp1,5 miliar. Jika ada atlet esport yang berhasil menyabet medali emas pada Asian Games 2022, maka pemerintah juga akan memberikan insentif serupa.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.