Diablo: Immortal Blizzard Terima Opini Negatif?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 11 Nov 2018 14:02 WIB
games
Diablo: Immortal Blizzard Terima Opini Negatif?
Diablo: Immortal.

Jakarta: Franchise game Diablo yang sudah lahir sejak tahun 1996 dari tangan Blizzard, kemarin mendapatkan seri baru dalam bentuk mobile bernama Diablo: Immortal. Game ini diumumkan pada acara BlizzCon 2018.

Sayangnya, kehadiran game versi mobile yang sejatinya membuat siapapun bisa bermain di manapun dan kapapun lewat smartphone atau tablet, justru mendapatkan reaksi negatif dari penggemarnya. Apa alasannya?

Game Diablo: Immortal ternyata tidak sepenuhnya dilahirkan Blizzard. Kali ini studio game tersebut menggandeng developer game asal Tiongkok yaitu NetEase Games yang di Indonesia dikenal lewat salah satu karyanya, Knoves Out.



Para penggemar Diablo dalam acara tersebut tidak sungkan melontarkan opini satir kepada Blizard bahwa game Diablo: Immortal adalah guyon dari April Mob yang terlambat. Secara jelas, mereka kecewa bahwa game Diablo dihadirkan lagi dalam versi mobile.

Dikutip dari Polygon sebagian besar penggemar mengklaim Diablo: Immortal tidak berbeda dengan game buatan NetEase berujudul Crusader of Light dengan elemen permainan yang tidak berbeda tapi menggunakan kosmetik atau skin dari game Diablo.

Pihak Blizzard sendiri belum menyatakan tanggal game Diablo: Immortal, dirilis tapi dipastikan tersedia untuk Android dan iOS. Banyak pihak meyakini bahwa game ini akan menyebabkan pukulan balik bagi Blizzard.

Di situs resminya, Blizzard menyebutkan Diablo: Immortal sebagai game bergaya MMOARPG (Mutiplayer Masively Online Action Role Playing Game). Tampilan game ini memang serupa game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) berbasis mobile, tapi menawarkan mode multiplayer hack and slash khas Diablo.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.