Point Blank Garena Championship 2018

Monstars Ensky KZ: Bukan Cuma Pria yang Jago Esport

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 01 Apr 2018 18:00 WIB
gamesesportpbgc 2018
Monstars Ensky KZ: Bukan Cuma Pria yang Jago Esport
Monstar Ensky KZ, salah satu tim perempuan di kompetisi Point Blank Ladies Championship (PBLC) 2018 di PBGC 2018 Medan.

Medan: Bicara esport, hampir semua orang tahu bahwa bidang ini mematahkan anggapan bermain game tidak akan membuah prestasi. Sebetulanya ada satu hal lagi yang juga dipatahkan, yakni dominasi pria di dunia game.

Hal ini yang diungkapkan oleh tim esport perempuan yang menjadi salah satu peserta di kompetisi Point Blank Ladies Championship (PBGC) 2018 yang digelar hari ini.

Monstar Enksy KZ merupakan peserta PLBC 2018 yang sebelumnya juga sempat ikut dalam kompetisi di PBLC 2017. Mereka diisi oleh lima perempuan berusia 16-20 tahun, usia yang masih terbilang muda sehingga beberapa dari mereka masih mengenyam bangku sekolah.

Monstar Ensky KZ yang terbentuk di tahun 2016 lewat pertemanan di jejaring sosial Facebook terdiri dari Azmin Alsa R, Athaya, Athaya Haura Z, Mutya Indriyani, Astrid Yolanda, dan Rina Octviany. Tim ini menjadi peserta PBLC 2018 asal Tangerang.



"Kita bisa membuktikan beberapa hal. Gaming bisa menjadi sebuah bakat dan prestasi dan anggapan bahwa gamer dari kalangan perempuan tidak sehebat gamer pria," ungkap Alsa.

Menurutnya, kompetisi ini juga menjadi bukti mematahkan pandangan kurang etis kepada gamer perempuan yang kerap disebut hanya mengandalkan kecantikan untuk mencari ketenaran dari dunia game.

"Sering banget kita terima komentar seperti itu di media sosial tapi selama ini ya kita tidak balas. Kita mau kasih tunjuk bahwa kita benar-benar berbakat dan bisa sejajar dengan gamer atau atlet esport yang rata-rata pria," jelasnya.

Pertanyaan menarik dilontarkan kepada mereka, sebagai anak perempuan bagaimana orangtua memandang keseriusan mereka di bidang esport? "Orang tua mendukung sekali kok, misalnya pas mau tanding, kalau ada perlengkapan gaming yang rusak pas orang tua tahu kita langsung dibelikan yang baru," tuturnya.



Alasan mereka menggemari game Point Blank sendiri sejak awal kehadirannya di Indonesia juga sangat menarik dan menunjukkan betapa mereka menyukai game. Alasannya karena game Point Blank atau jenis FPS menyajikan tempo permainan yang cepat dan lebih seru.

Tim Monstar Ensky KZ kompak mengatakan game online yang bergenre dance sama sekali tidak seru bagi mereka. Justru game FPS yang didominasi oleh gamer pria menunjukkan mereka adalah gamer yang jago dan punya skill.

Sayangnya, hari ini tim mereka gagal masuk hingga tahap Grand Final PBLC 2018. Di sisi lain, pencapaian sejauh ini bukan mengandalkan keberuntungan dan patut untuk diapresiasi bagi sebuah tim esport perempuan yang awalnya hanya mengincar merchandise di kompetisi tahun lalu.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.