Review Game

Nioh, Demi Anda yang Tidak Sanggup Tamatkan Dark Souls

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 12 Mar 2017 13:43 WIB
gamesreview game indonesiaplaystation
Nioh, Demi Anda yang Tidak Sanggup Tamatkan Dark Souls
Nioh besutan Team Ninja untuk PS4

Metrotvnews.com, Jakarta: Dark Souls sudah dikenal sebagai salah satu game AAA tersulit yang pernah dibuat. Tidak banyak gamer yang pada akhirnya meluangkan waktu untuk menyelesaikan cerita utama game tersebut, tidak peduli seri manapun. Pasalnya, mereka bisa saja mengulang lebih dari 20 kali di tempat yang sama.

Biasanya, hal ini disebabkan oleh kesalahan kecil yang membuat karakter pemain gugur seketika. Namun, developer Team Ninja mencoba menghadirkan game alternatif yang cukup menarik untuk dicoba. Game berjudul Nioh sudah meluncur sejak awal bulan ini. Apakah game ini sangat mirip Dark Souls? Berikut ulasan lengkap Metrotvnews.com.

Jika pernah memainkan Dark Souls, Anda pasti akan teringat dengan nuansa Eropa Abad Pertengahan yang penuh dengan suasanan gelap dan cenderung menakutkan. Desain yang cenderung kebarat-baratan terlihat dari gaya berpakaian karakter dan bangunan yang menyerupai kastil kecil. Di sisi lain, Nioh menawarkan nuansa Jepang dengan latar waktu perang antar kerajaan, yang pada akhirnya berhasil diselesaikan oleh shogun. Unsur budaya Jepang di sini berbaur dengan budaya barat, terlihat dari karakter utama yang punya darah Inggris.



Budaya Jepang juga terlihat dari cerita yang menekankan benda mistis bernama Amrita yang mampu menghasilkan kekuatan luar biasa. Benda mistis ini ingin dimanfaatkan oleh pihak asing, dan sebenarnya Amrita menjadi alasan dunia Jepang ini penuh dengan iblis. Sejujurnya, penggunaan latar sejarah seperti ini sangat menarik.

Nuansa gameplay ala Dark Souls memang sangat terasa ketika awal permainan. Sistem kontrol dan pergerakan karakter dengan sudut pandang orang ketiga sesugguhnya menjadikannya sebuah game action yang tidak jauh berbeda dengan judul lain. Nuansa yang gelap dan menyeramkan, mampu memberikan rasa mencekam yang cukup kepada gamer. Apa yang menarik adalah meskipun mirip, mekanisme permainan Nioh dirancang lebih ramah ketimbang Dark Souls.

Hal tersebut bisa terlihat dari peta permainan yang terbagi berdasarkan chapter, bukan membebaskan pemain menjelajah sampai tidak sengaja bertemu monster dengan selisih 10 level. Ya, Nioh tidak mengusung open-world, dan latar permainan memastikan bahwa Anda tidak akan tersesat dalam satu chapter



Sistim level karakter juga dirancang dengan peningkatan satu status untuk satu level, dan untuk melakukannya, Anda harus menggunakan sejumlah Amrita. Setiap status juga mempunyai pengaruh terhadap jenis senjata yang digunakan. Meningkatkan level pemain bisa dilakukan di Shrine, yang mirip dengan Bonfire di Dark Souls. Bedanya, Shrine menawarkan sejumlah pilihan yang sangat membantu pemain, seperti mengorbankan item yang didapatkan sepanjang permainan demi sejumlah Amrita. Anda juga bisa mendapatkan blessing dari dewa kuno Jepang. Jika memiliki konten tambahan alias DLC, Anda bisa mengaktifkannya di Shrine. 

Seperti Dark Souls, Nioh menekankan taktik menghindar dan memanfaatkan stamina untuk melakukan segala sesuatu. Seperti di dunia nyata, Anda tidak akan bisa melakukan apapun ketika kelelahan. Tidak hanya dua macam serangan, Anda bisa menentukan gaya menyerang melalui sikap kuda-kuda yang dipakai. Serangan dengan daya rusak rendah akan menghemar stamina dan membuat Anda lebih lincah, sementara serangan berat akan menghabiskan stamina secara cepat.

Menariknya, jika nasib kurang baik, Anda masih bisa mengalami mati konyol, seperti terjatuh dari tebing atau meremehkan lawan. Namun, mekanisme permainan menjamin Anda merasa dihargai ketika berhasil mengalahkan musuh yang sangat kuat.


Jika berbicara kualitas grafis, Nioh pada dasarnya menampilkan visual yang sama kerennya dengan Dark Souls, bahkan lebih ramah. Penyajian visual ini untuk mendukung pergerakan pemain, yang seakan-akan membuat permainan lebih mudah. Anda bisa melihat detil objek yang tidak terlalu menonjol, tetapi sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan lingkungan permainan. Ditambah lagi, jalan permainan memang dibuat lebih sempit demi mengarahkan pemain menyelesaikan satu level.
 
Multiplayer adalah aspek permainan yang patut disimak. Ketika terhubung ke internet, Anda akan menemukan makan pemain lain, dan di sana tertulis level karakter, jenis senjata, dan alasan kematian. Anda bisa menghidupkan pemain ini untuk langsung beradu pedang. Beberapa lawan bisa memberikan equipment yang cukup kuat, tergantung levelnya. Tidak ada salahnya untuk menghantam pemain yang levelnya jauh lebih kuat dari Anda, mengingat pengembangan status setiap karakter ditentukan oleh selera pemain. Kekurangannya, pemain yang muncul seringkali memiliki level yang tidak berimbang, dan Anda biasanya akan jauh lebih kuat. Ini satu-satunya menurut saya yang menjadi kelemahan Nioh.


Kesimpulan

Selebihnya, Nioh adalah game PS4 tahun 2017 yang layak untuk Anda mainkan. Tidak hanya untuk gamer yang tidak kesampaian menamatkan Dark Souls, Nioh juga sangat bersahabat dengan pemain baru yang penasaran dengan dodging simulator (plesetan untuk Dark Souls karena pemain lebih sering menghindar dari musuh ketimbang mengalahkannya). Meskipun mirip, Nioh punya keistimewaan tersendiri dari Dark Souls. Inilah yang membuat saya salut kepada pihak developer, Team Ninja.

Platform: PlayStation 4
Developer: Team Ninja
Publisher: Sony interactive Entertainment
Tanggal Rilis: 9 Februari 2017
Jenis: Action-RPG
Situs Resmi: http://teamninja-studio.com/nioh/
 
 

Nioh

 

9,5

  • Latar cerita menarik
  • Mekanisme pertarungan lebih membuat pemain bersemangat
  • Sistim reward yang menggiurkan
  • Aspek multiplayer kurang berimbang



(MMI)

Video /