Review Game

Dragon Ball FighterZ, Adaptasi Terbaik dari Komik

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 11 Feb 2018 23:50 WIB
gamesreview game indonesiabandai namco
Dragon Ball FighterZ, Adaptasi Terbaik dari Komik
Dragon Ball FighterZ menyuguhkan visualisasi permainan yang sama seperti visual animasi versi komiknya.

Jakarta: Penggemar Dragon Ball karya Akira Toriyama pasti tidak terkejut dengan kabar Bandai Namcom yang merilis game fighting terbaru dari franchise komik tersebut, Dragon Ball FighterZ.

Pada 26 Januari 2018, game ini resmi dirilis untuk 3 platform yakni PS4, Xbox One, dan PC (Windows). Tentu saja Medcom.id sangat siap menjajal game tersebut.

Kami yakin di Indonesia penggemar game ini cukup banyak dan mewakili generasi tahun 90-an yang tumbuh besar dengan menonton anime Dragon Ball di salah satu televisi swasta.

Dragon Ball FighterZ hadir dengan plot cerita yang agak baru. Akira Toriyama yang turun langsung mengawasi pengerjaan game ini menciptakan karakter baru bernama Android 21, seorang android yang bisa berubah bentuk  menjadi jahat yang tampilan menyerupai Majin Buu.

Tersedia 3 plot cerita yang ketiganya memnempatkan Android 21 sebagai tokoh big boss, dia memimpin pasukan Red Ribbon Army dan melakukan cloning terhadap beberapa karakter Z Warriors dan tokoh jahat dalam Dragon Ball seperti Cell, Frieza, dan lain-lain.

Di sini Goku bertugas untuk mengumpulkan kembali kawan-kawannya untuk mengalahkan setiap cloning yang ditemukan di arena permainan hingga di akhir permainan bisa berhadapan dengan karakter Android 21 sebagai big boss.

Loot Box
Di awal permainan Anda akan disajikan sebuah dunia mini dengan karakter dalam bentuk chibi, ada beberapa lobby yang mewakili fitur di dalam permainan. Misalnya arcade, story, online, dan training



Tidak ketinggalan game ini juga ikut menyematkan fitur gatcha atau loot box yang bisa dibeli menggunakan uang in-game Zeni dan remium Z Coin yang memungkinkan micro-transaction di dalam game. 

Loot box tersebut berisi beragam variasi warna karakter dan juga pilihan karakter mungil yang bisa digunakan di lobby permainan. Beruntung loot box di Dragon Ball Fightez tidak terlalu sulit karena Anda bisa mendapatkan uang Zeni hanya dengan menyelesaikan mode training dengan karakter yang berbeda-beda.



Jadi, loot box atau gatcha yang disediakan dalam game ini tidak akan memaksa Anda menghamburkan uang. Perlu diingat bahwa fokus dalam game ini memang pada pertarungan yang disajikan.

Pertarungan 3 vs 3 Tempo yang Cepat
Dragon Ball FighterZ boleh dibilang meniru gaya pertarungan game Marvel vs Capcom. Sebelum pertarungan dimulai Anda bisa memiliki kombinas pemain di dalam tim Anda.

Di tengah pertarungan, Anda bisa bebas berganti petarung atau sekadar memanggil petarung lainnya untuk memberikan serangan bantuan. Sistem pertarungan tidak ditentukan dengan ronde, melainkan siapa yang paling cepat menghabiskan 3 pemain yang dimiliki.



Gameplay ini sangat mendukung mode pertarungan yang temponya sangat cepat dan memungkinkan Anda membuat kombo serangan yang panjang. Pertarungan pun bisa berlangsung di udara dalam jang waktu yang cukup lama apabila kedua pemain bisa mengendalikan fitur dash atau gerakan melesat di udara dengan sempurna.

Tidak perlu khawatir apabila karakter salah satu pemain K.O. dan takut langsung dihajar oleh musuh. Dragon Ball FighterZ menyediakan cinematic scene ala komiknya yakni karakter baru akan terbang masuk ke dalam arena pertarungan dengan beradu tinju dengan karakter lawan.



Dengan tempo pertarungan cepat maka momen ini menjadi saat untuk pemain kembali fokus ke permainan dan memberikan sedikit waktu untuk mengatur strategi serangan balasan yang akan dibalas.

Anggap saja pertarungan sebagai momen untuk mempelajari gaya permainan atau serangan karakter lawan. Namun di sisi lain model pertarungan semacam ini membuat Dragon Ball FighterZ tidak memiliki mode restart round.

Misalnya saat Anda bertarung dalam story mode ketika sudah memasuki 1 vs 1, tapi Anda kalah maka Anda harus mengulang kembali dari kondisi 3 vs 3.



Tidak ketinggalan, setiap kombo serangan yang menarik juga bisa membuah sebuah Bola Naga yang setelah terkumpul 7 buah maka di tengah pertarungan untuk memanggil Naga Shenron dan meminta beberapa pilihan kekuatan.

Pilihan tersebu terdiri dari meningkatkan serangan karakter, menghidupkan salahs atu karakter yang sudah K.O, atau memberikan tambahan darah ke karakter.

Bagaikan Berada di dalam Komik
Tampilan grafis ikut menjadi daya pikat game ini. Jujur saja, dibandingkan game Dragon Ball lainnya Dragon Ball FighterZ yang paling menerjemahkan gaya visal komik menjadi sebuah game.

Bandai Namco menggandeng developer Arc System Works yang dikenal menggarap beberapa game dengan tampilan visual ala karya anime. Dragon Ball FighterZ hadir dengan animasi 2,5D yang saat kami mainkan rasanya tidak berbeda dengan membaca versi komiknya.

Berbeda dengan kebanyakan game saat ini yang ingin menghasilkan grafis atau visual 3D sangat real, Dragon Ball FighterZ justru diwujudkan seperti tampilan di komiknya lengkap dengan efek serangan yang dihasilkan karakternya.



Misalnya saat Anda melakukan serangan dan ledakan visualisasinya sangat serupa dengan yang digambarkan oleh Akira Toriyama di dalam komiknya. Ditambah pertarungan ini juga dibumbui cinematic scene yang lagi-lagi sangat serupa di komiknya.

Misalnya saat Anda memukul lawan Anda ke udara yang akan memicu pertarungan di udara, sudut pandang kamera akan fokus kepada karakter Anda yang kemudian terbang untuk menyerang lawan di udara.

Kemudian saat salah satu karakter petarung yang Anda pilih K.O. maka akan ada cinematic scene petarung berikut terbang menuju arena pertarungan. Pada bagian akhir sesi pertarungan juga disajikan cinematic scene yang menampilkan serangan yang diterima oleh karakter yang kalah.



Berdasarkan jenis serangan terakhir yang dilancarkan akan ditampilan beberapa jenis cinematic scene. Contohnya, serangan paling fatal akan menghasilkan destructive finish misalnya karakter yang kalah terpental menembus beberapa bukit atau bukit.

Apabila destructive finish dilakukan pada pertarungan karakter pertama biasanya cinematic scene akan membawa Anda berganti arena permainan atau stage. Misalnya, Anda awalnya bertarung di sebuah kota lalu salah satu karakter K.O. terpental hingga menembus bukit sehingga pertarungan selanjutnya berpindah stage berlatar perbukitan.



Fighting Game yang Ramah Bagi Pemain Baru
Tidak semua orang sangat menggemari game bergenre fighting sebab game ini memiliki tempo yang cepat dan ada anggapan bahwa mereka yang menguasi kombinasi tombol untuk setiap jurus dan karakter membuat pertarungan tidak seimbang.

Kenyataannya game Dragon Bal FighterZ memiliki kontrol serangan yang sama untuk semua karakter termasuk jenis serangannya. Misalnya, sebuah kombinasi tombol jurus Kamehameha dari Goku juga bisa digunakan untuk serangan sejenis pada karakter Frieza.



Rekan saya yang sama sekali tidak mengikuti mode tutorial pun dengan cepat menguasai permainan setelah menguasai kombinasi tombol untuk pola serangan tertentu. Meksipun menyediakan daftar kombinasi serangan untuk setiap karakter tapi kombinasi memang tidak jauh berbeda dengan karakter lainnya.

Berbeda dengan Tekken yang setiap karakter memiliki tombol serangan berbeda dan sangat panjang daftarnya sehingga sulit dihafalkan. Jenis serangan yang berbeda untuk tiap karakter juga membuat beberapa karakter telalu kuat.



Oleh sebab itu di Dragon Ball FighterZ semua karakter memiliki serangan yang seimbang, kemenangan tergantung dari strategi setiap karakter membaca momen untuk setiap jenis serangannya, mulai dari serangan ringan, menengah, berat, maupun serangan jarak jauh seperti Chi/Ki.

Kesimpulan
Di saat seluruh game fighting berusaha menyajikan tampilan grafis yang real dengan efek serangan yang luar biasa memukau, justru Dragon Ball FighterZ berhasil mewujudkan sebuah karya berbasis komik.

Tampian grafis atau visual game ini adalah hal pertama yang patut diacungi jempol karena pemain akan merasa sebagai penentu jalan cerita komik Dragon Ball. Game ini juga pandai menarik minat dari gamer yang bukan penggemar berat Dragon Ball.

Menawarkan kontrol dan kombinasi tombol yang tidak ribet membuat siapapun dengan mudah memainkan game pertarungan yangs seru ini. Selain itu tidak ada karakter game yang imbalanced alias terlalu kuat sehingga membuatnya dilarang digunakan dalam pertarungan.

Sayangnya ada satu kekurangan yang lupa disebutkan yakni adanya konsep RPG setiap poin hasil pertarungan bisa digunakan sebagai skil point untuk meningkatkan kekuatan karakter, sayangnya efek tersebut tidak terasa dalam pertarungan.

Dragon Ball FighterZ memiliki 21 karakter yang tidak cukup lengkap, ada beberapa karakter jagoan dalam cerita komik Dragon Ball yang tidak muncul dalam game ini.

Platform: PC, PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch
Developer: Arc System Works
Publisher: Bandai Namco Entertainment
Tanggal Rilis: 26 Januari 2018
Jenis: Fighting

 
 
9.5
Dragon Ball FighterZ
Plus
  • Tampilan visual memukau seperti komiknya
  • Sistem serangan yang mudah dimengerti
  • Dilengkapi banyak tutorial
Minus
  • Sistem skill point yang kurang terasa efeknya pada permainan
  • Karakter permainan tidak dilengkapi dari seri game-game sebelumnya

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.