Kekurangan Konten, Microsoft Ingin Perbanyak Developer untuk Xbox

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 07 Nov 2017 18:15 WIB
games
Kekurangan Konten, Microsoft Ingin Perbanyak Developer untuk Xbox
Microsoft ingin perbanyak first-party developer

Metrotvnews.com: Kebanyakan produsen konsol seperti Nintendo dan PlayStation memang lebih banyak memproduksi game melalui first-party developer.

Artinya, game yang ada di platform mereka berasal dari developer game yang memang dimiliki oleh Sony atau Nintendo sendiri. Microsoft juga mengambil langkah yang serupa di Xbox dan Xbox 360. Namun, untuk Xbox One, Microsoft masih kurang berani menghadirkan game dari first-party developer.

Untuk itulah Microsoft bakal segera berbenah. Baru-baru ini Head of Xbox, Phil Spencer, mengatakan pihaknya bakal mengakuisisi berbagai studio game untuk dijadikan first-party developer Xbox One. Investasi ini diharapkan bisa membuat Xbox One lebih perkasa di pasar.

"Kami harus berkembang, dan ini mau tidak mau harus dilakukan," ujar Spencer dikutip dari PC GAMER. "Seharusnya keunggulan kami adalah menciptakan konten sendiri. Itulah mengapa kali ini kami akan memperluas usaha penciptaan konten eksklusif tersebut."

Microsoft memang bisa dikatakan sedang krisis konten eksklusif untuk Xbox. Setelah ditutupnya beberapa studio game seperti Lionhead, game eksklusif untuk Xbox One seperti menjadi kurang menarik di mata gamer.

Meski masih memiliki 343, Turn 10, dan Mojang, Microsoft masih tertinggal jauh dibandingkan Sony dan Nintendo yang memiliki lebih banyak first-party developer.

Menariknya, berita mengenai upaya Microsoft yang ingin memperbanyak first-party developer juga bakal berimbas pada gamer PC. Pasalnya, Phil Spencer pernah menjelaskan bahwa Xbox bukanlah sebuah konsol tetapi merupakan ekosistem.

Itu artinya, game eksklusif di Xbox One kemungkinan besar bakal hadir di PC Windows 10 yang merupakan bagian dari eksosistem gaming Microsoft.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.