Assassin's Creed Odyssey

Pengalaman Menjadi Kassandra di Assassin’s Creed Odyssey

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 12 Oct 2018 14:58 WIB
gamesubisoftassassin creed
Pengalaman Menjadi Kassandra di Assassin’s Creed Odyssey
Assassin's Creed Odyssey dari Ubisoft

Jakarta: Assassin’s Creed Odyssey sudah meluncur untuk gamer PC dan konsol. Memang sudah ditunggu-tunggu, seri ini diklaim menawarkan berbagai hal baru, baik yang belum pernah ada, maupun penyempurnaan dari beberapa seri sebelumnya.

Salah satu hal baru yang Ubisoft tawarkan pada Assassin’s Creed Odyssey adalah kehadiran karakter perempuan yang menjadi pemeran utama.

Memang, Ubisoft sebelumnya menghadirkan tokoh utama perempuan Evie Frye pada Assassin’s Creed Syndicate. Namun, dia tidak punya kendali penuh atas jalan cerita permainan.



Ini sangat berbeda dengan Kassandra, tokoh utama pada Assassin’s Creed Odyssey, yang bisa dipilih sejak awal permainan. Ubisoft ingin memastikan bahwa kali ini jagoan perempuan punya kendali atas jalan cerita dari awal sampai akhir.

Kassandra dalam Assassin’s Creed Odyssey terlihat sebagai karakter yang tidak ada bedanya ketika pemain bertualang bersama Alexios.

Ia digambarkan sebagai perempuan pejuang yang menguasai kemampuan bertarung, berkat ajaran orangtua sejak kecil. Jalan hidup yang tidak sebahagia orang lain menjadikannya seorang tentara bayaran, atau dalam Bahasa Yunani disebut misthios.



Posisi Kassandra yang setara dengan karakter pria memang sesuai dengan latar waktu yang diambil. Ketika itu, Sparta dikenal paling menjunjung tinggi peran wanita dalam berbagai bidang, baik di militer, pemerintahan, maupun rumah tangga.

Ini membuat mereka punya pendidikan yang setara dengan pria, bahkan banyak juga yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Kassandra menjadi representasi dari kesetaraan, kecerdasan, kehebatan, keberanian, dan kekuatan perempuan pada zamannya.

Kuatnya kehadiran kaum perempuan juga terlihat dari cara mengerjakan misi dan interaksi Kassandra dengan NPC. Ia tidak segan mengancam karakter yang mencoba meremehkan dirinya.

Begitu juga dengan adanya tentara perempuan yang masuk dalam pasukan Athena atau Sparta. Alhasil, bertualang sebagai Kassandra tidak kalah serunya dengan menjadi jagoan laki-laki yang selama ini selalu dominan pada seri sebelumnya.

Medcom.id saat ini sedang menjajal lebih jauh Assassin’s Creed Odyssey. Nantikan ulasannya di kanal Teknologi kami.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.