Gara-Gara Main Pokemon Go, Blogger Ini Dituntut Penjara 3,5 Tahun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 02 May 2017 13:10 WIB
gamespokemon go
Gara-Gara Main Pokemon Go, Blogger Ini Dituntut Penjara 3,5 Tahun
Banyak negara yang melarang pemain Pokemon Go bermain di tempat-tempat tertentu. (AFP PHOTO / PHILIPPE HUGUEN)

Metrotvnews.com: Seorang jaksa penuntut umum di Rusia meminta pengadilan untuk memenjarakan seorang blogger yang bermain Pokemon Go di dalam sebuah gereja selama 3,5 tahun pada hari Jumat. Dia berkata, sang blogger bersalah atas kebencian agama, ujar seorang pegawai pengadilan pada Reuters

Ialah Ruslah Sokolovsky, pria berumur 22 tahun yang merupakan blogger yang cukup populer. Pada bulan Agustus lalu, dia mengunggah video ketika dia memainkan Pokemon di dalam gereja di Yekaterinburg, yang dibangun di tempat Tsar terakhir Rusia dan keluarganya dibunuh pada 1918.

Dalam video tersebut, yang mengandung hinaan terhadap agama Kristen, Sokolovsky membandingkan Yesus dengan sebuah karakter Pokemon. Dia berkata, dia memutuskan untuk bermain game di dalam gereja karena dia mendengar berita bahwa orang-orang yang melakukan itu akan didenda atau dipenjara. 

Tidak lama setelah videonya diunggah, Sokolovsky dituntut oleh jaksa penuntut umum atas tuduhan menyebarkan kebencian agama. Tuntutan yang sama dikenakan pada sebuah band, Pussy Riot, pada 2012 ketika mereka mengadakan protes di sebuah katedral terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Sokolovsky, yang sebelum ini sempat ditahan di pusat penahanan pra-pengadilan, kini menjadi tahanan rumah. "Saya kaget," ujar Sokolovsky dalam pengadilan setelah mendengar tuntutan jaksa penuntut umum. "Saya pernah di penjara selama 3 bulan, dan itu adalah pintu ke neraka."

"Saya tidak merasa sebagai seorang ekstremis. Saya mungkin orang bodoh, tapi bukan ekstremis," ujarnya. 

Seorang aktivis oposisi yang cukup dikenal, Leonid Volkov menentang tuntutan jaksa penuntut umum secara terang-terangan di media sosial. Menurutnya, keputusan itu terlalu keras.


(MMI)

Video /