Megaxus Olimpiade 2016

Harapan Team Famous akan Majunya Esport Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 12 Nov 2016 22:14 WIB
gamesesportmegaxus olimpiade 2016
Harapan Team Famous akan Majunya Esport Indonesia
Team Famous.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam kompetisi Counter Strike Online yang diadakan Megaxus di Mangga Dua Square, Sabtu (12/11/2016), Metrotvnews.com sempat berbincang-bincang dengan salah satu tim yang menjadi finalis, Team Famous.

Dalam kesempatan kali ini, kami sempat mengobrol dengan 2 anggota Team Famous, yaitu Andromeda Adhi dan Fido Fernando. Andromeda bercerita, pada awalnya, mereka bermain Counter Strike Online hanya karena hobi. 

"Awalnya hanya dari hobi, lalu kami melihat adanya peluang untuk ikut kompetisi, ada peluang untuk juara juga, jadi kenapa nggak dilanjutkan?" kata Fido.

"Ke depannya, kami ingin dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," kata Andromeda. Setelah menjadi seorang gamer profesional, Andromeda merasa, dunia esport di Indonesia masih kalah maju jika dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya negara kawasan Eropa. 

"Di sana, mereka bermain sebagai pekerjaan, mereka bermain untuk dibayar," kata Fido. Menurutnya, hal inilah yang membuat mengapa Indonesia kesulitan untuk bersaing dengan pemain dari negara Eropa meski dia menganggap, para pemain Indonesia masih patut diperhitungkan untuk kawasan Asia Pasifik.

Saat ditanya mengapa mereka masih berkutat di dunia esport Indonesia meski terbilang masih belum maju, Andromeda berkata, "Karena itu hobi yang bisa dapat menghasilkan." Ke depan, dia berharap pemerintah akan lebih serius menggarap industri esport.

Untungnya, Fido bercerita, dia masih mendapatkan dukungan dari orangtua dan keluarga. Dia merasa, salah satu alasan mengapa orang-orang terdekatnya mendukung adalah karena mereka melihat prestasi Fido capai bersama timnya. 

Meskipun menjadi tim profesional, Andromeda mengaku bahwa anggota Team Famous masih mendahulukan kegiatan lain, seperti kuliah atau bekerja. Dia menganggap, orang yang tidak bisa mengatur waktunya dan bermain tanpa henti justru hanya akan memperburuk reputasi game dan para gamer


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.