Battlefront 2 Gagal, EA Malah Salahkan Star Wars?

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 04 Dec 2017 10:18 WIB
gamesindustri game
Battlefront 2 Gagal, EA Malah Salahkan Star Wars?
CFO EA Blake Jorgensen ?menyalahkan franchise Star Wars yang membuat EA tidak bisa menerapkan sistem kosmetik di dalam Battlefront 2

Jakarta: Kemarahan gamer terhadap sistem microtransaction dan loot box di Star Wars Battlefront 2 mungkin masih belum reda.

Namun, bukannya fokus memperbaiki isu tersebut dan menghadirkan perubahan pada sistem sehingga Battlefront 2 bisa menjadi game yang lebih layak dimainkan, EA justru memperburuk keadaan dengan mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah menyalahkan nama franchise Star Wars.

Menurut Extreme Tech, penyataan kontroversial tersebut dilontarkan oleh CFO EA Blake Jorgensen dalam acara konferensi teknologi 21st Credit Suisse. Di acara tersebut Jorgensen mengatakan EA tidak mau merusak nuansa Star Wars orisinil.

"Kami hanya ingin fokus dan tidak ingin merusak nuansa Star Wars," ujar Jorgensen. "Star Wars merupakan franchise yang sangat luar biasa dan dibangun selama puluhan tahun. Tentu kami tidak ingin merusaknya dengan menambahkan fitur kosmetik di dalam game."

Jorgensen sepertinya ingin membantah protes para gamer yang menanyakan mengapa EA tidak menggunakan sistem kosmetik sebagai basis microtransaction seperti yang dilakukan oleh beberapa game lain.

Berbeda dengan Star Card di Battlefront 2 yang bisa membuat karakter di dalam game semakin kuat, kosmetik hanya mengubah penampilan karakter di dalam game sehingga permainan bisa tampil lebih berimbang mengingat tidak semua orang memiliki uang untuk membeli loot box yang ada di sistem microtransaction.



Meski demikian, Jorgensen seperti menyangkal penerapan kosmetik tersebut di Battlefront 2. Menurutnya, penerapan kosmetik akan merusak nuansa Star Wars. Jorgensen bahkan memberikan contoh bagaimana Darth Vader menggunakan baju berwarna putih atau pink dari sistem kosmetik bisa menghancurkan nuansa Star Wars di dalam game.

"Darth Vader tentu akan terlihat aneh jika menggunakan jubah berwarna putih. Tidak hanya itu, ia juga bakal terlihat lebih aneh lagi jika menggunakan jubah berwarna pink," jelas Jorgensen.

Argumen Jorgensen sangat aneh karena kosmetik di dalam game tidak sebatas mengubah warna jubah atau senjata. Menggunakan sistem kosmetik, Darth Vader bisa saja berganti penampilan menjadi Anakin Skywalker sesaat setelah ia menjadi Sith. 

Selain itu, EA juga bisa menjual kosmetik tampilan untuk mengubah warna Lightsaber yang digunakan oleh para Jedi. Di dunia Star Wars sendiri Lightsaber memiliki banyak varian warna, mulai dari merah yang biasanya digunakan oleh Sith, hijau, biru, ungu, putih, hitam, hingga warna emas.

Pernyataan Jorgensen kali ini terdengar seperti menunjukkan jika EA memang sengaja menghadirkan sistem microtransaction yang memaksa pemain secara halus agar harus membeli loot box yang dijual.

Tidak hanya itu, pernytaan ini juga secara tidak langsung menunjukkan EA menyalahkan franchise Star Wars yang membuat mereka tidak bisa menerapkan sistem kosmetik di dalam Battlefront 2.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.