Game Battlefield di 2018 Kembali Usung Perang Dunia II

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 30 Dec 2017 17:08 WIB
gameselectronic arts
Game Battlefield di 2018 Kembali Usung Perang Dunia II
Battlefield 1 dipuji karena berhasil menangkat kisah Perang Dunia I dengan cerita karakter game yang emosional.

Jakarta: Franchise Battlefield memiliki tempat spesial di kalangan gamer. Berkat seri Battlefield 1 di 2017 yang berlatar Perang Dunia I, game tersebut mendapat pujian lebih banyak ketimbang Call of Duty WW2.

Sempat berhembus kabar bahwa seri game Battlefield di tahun 2018 akan melanjutkan seri Battlefield: Bad Company 3, seri yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008. Seri Battlefield Bad Company lebih berfokus pada mode singleplayer ketimbang multiplayer.

Dilaporkan dari PCGamesN, di tahun 2018 nanti Electronic Arts tidak akan merilis Battlefield: Bad Company 3, melainkan Battlefied II yang mengangkat kisah Perang Dunia II. Informasi ini diperoleh dari bocoran salah satu pihak yang ikut mengembangkan game tersebut.

Salah satu orang dari tim developer EA Dice, divisi yang mengembangkan game Battlefield menjelaskan EA Dice di Swedia adalah tim yang sedang mengerjakan game Battlefield selanjutnya untuk 2018, dan berlatar Perang Dunia II.

Dalam komunikasi yang dijalin Eurogamer dengan sosok tersebut, diperoleh informasi lain juga bahwa di 2018 kemungkinan akan ada dua franchise game Battlefield yang akan dirilis. Pertama adalah game Battlefield berlatar Perang Dunia II dan satu lagi bisa jadi Bad Company 3.

Tim EA Dice di Los Angeles, Amerika Serikat, disebut menjadi tim yang menggarap game Battlefiled: Bad Company 3. Untuk latar cerita yang diusung untuk game tersebut kali ini adalah laga pasukan bersenjata Amerika Serikat saat menginvasi Vietnam di tahun 1955 hingga 1975.

Kesuksesan Battlefield 1 yang dirilis kemarin tidak terlepas dari kualitas grafis, tapi juga kisah Perang Dunia I yang selama ini tidak sepopuler kisah Perang Dunia II yang diadopsi oleh banyak game. 

Game tersebut juga menyajikan kisah karakter di dalamnya yang cukup emosional dan mengambarkan bahwa perang adalah sesuatu yang mengerikan bagi siapapun, bukan sekadar aksi heroik tembak-menembak.

Tema Perang Dunia II sendiri sudah pernah diangkat oleh Battlefiled lewat seri Battlefiled 1942 tapi bisa ditebak, saat itu game tersebut masih memiliki grafis yang sederhana dan gameplay yang tidak seru seperti saat ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.