Tips & Trik

Harvest Moon: Light of Hopes, Nostalgia yang Membosankan

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 08 Jan 2018 12:07 WIB
gamesreview game indonesia
Harvest Moon: Light of Hopes, Nostalgia yang Membosankan
Harvest Moon: Light of Hope menjadi franchise terbaru dari game Harvest Moon karya Natsume Inc. sekaligus memperingati usia ke-20 franchise tersebut.

Jakarta: Mendengar nama game Harvest Moon pasti Anda akan langsung bernostalgia ke tahun 1990-an saat game tersebut dirilisdan cukup berjaya. Franchise game tersebut mencapai kepopulerannya ketika hadir di Sony PlayStation pertama dengan seri Harvest Moon: Back to Nature.

Di penghujung tahun 2017 kemarin Natsume Inc. selaku publisher dari franchise game Harvest Moon kembali merilis game teranyar mereka dengan judul Harvest Moon: Light of Hope di layanan Steam. Sejauh ini game tersebut mendapat review cukup positif di Steam.

Dalam keterangan yang dimuat pada layanan Steam, Natsume Inc. menjelaskan kalau Harvest Moon: Light of Hope merupakan perayaan perjalanan franchise Harvest Moon selama 20 tahun. Seri ini menjadi pertama kalinya Natsume Inc membawa game tersebut ke PC.

Tentu saja. hal ini membuat saya semakin penasaran, apakah Harvest Moon: Light of Hope benar-benar membawa hal baru terlepas dari nostalgianya. Sayangnya, pada bagian awalnya saja saya sudah cukup terkejut karena ekspektasi saya tidak seperti yang dibayangkan.



Sesuai seperti tampilan gameplay yang dimuat pada halaman Steam game ini, Harvest Moon: Light of Hope membawa tampilan grafis yang menurut opini saya pribadi tidak lebih baik daripada seri sebelumnya. 

Harvest Moon: Light of Hope memang hadir dengan animasi 3D tapi tampilan grafis game ini malah lebih terlihat mirip  seperti game mobile yang sama-sama mengusung tema farming simulator. Padahal di seri sebelumnya tampilan grafis yang mereka buat pernah jauh lebih baik.

Ketimbang merasakan pengalaman memainkan game, saya lebih merasa seperti memainkan game di ponsel. Bagi saya ini bukan sebuah ide segar untuk sebuah franchise dalam rangka ulang tahun ke-20.



Dengan masih sedikit kecewa saya melanjutkan permainan ini. Latar cerita dalam game ini diawali dengan karakter Anda, pria atau perempuan, yang tersapu ombak ke sebuah pulau yang awalnya berpenghuni tapi ditinggalkan banyak penduduknya.

Diceritakan bahwa sebuah mercusuar di pulau tersebut padam dan rusak sehingga pulau itu mulai ditinggalkan untuk membawa kembali penduduknya maka Anda harus mengumpulkan batu misterius selama permainan yang akhirnya bisa menghidupkan kembali mercusuar tersebut.

Anda kemudian diberikan sebuah lahan perkebunan kosong sebagai tempat tinggal. Seiring permainan dan jalan cerita Anda akan kembali bertemu dengan karakter yang bisa membantu Anda membuat perkebunan yang Anda miliki jauh lebih baik. 



Pada bagian ini saya bisa menebak gameplay yang disajikan tidak akan jauh berbeda. Benar saja, gameplay yang memang menjadi formula sejak lama masih bisa ditemukan. Di sini, Natsume Inc. menepati janjinya yakni menghadirkan nostalgia.

Anda bisa membangun rumah dan juga fasilitas lain diperkebunan dan peternakan, misalnya memperbaiki kandang hewan ternak Anda dan memperluasnya dengan bantuan tetangga di desa tersebut. Anda juga bisa berpartisipasi dalam setiap acara festival di desa.

Tugas pertama Anda dalam game ini juga masih sama, yakni membersihkan lahan perkebunan Anda. Secara singkat seluruh gameplay yang dihadirkan masih sama seperti gameplay dalam seri terdahulu, tidak ada perubahan yang signifikan.

Perlahan saya mulai merasakan nostalgia yang membosankan. Oh iya, di awal permainan Anda bisa memilih memainkan game dengan karakter pria atau perempuan. Selama permainan Anda harus meningkatkan keakraban dan romansa dengan karakter lain yang nanti bisa Anda nikahi hingga memiliki anak.



Seluruh prosesnya masih sama. Sepanjang permainan Anda juga akan bisa membuka area permainan baru dan saya menemukan area permainan yang tidak berubah, misalnya gua untuk menambang batu mineral untuk meningkatkan kemampuan perkakas Anda untuk berkebun dan berternak.

Tidak ketinggalan, Anda juga bisa menemukan peri air terjun. Apabila Anda pernah memainkan Harvest Moon: Back to Nature yang melejit di platform PlayStation pertama maka saya katakan gameplay yang disajikan tidak berbeda jauh.



Sistem kendali serta antarmuka yang dihadirkan pun menurut saya lebih pas apabila Harvest Moon: Light of Hope disajikan sebagai game mobile. Game ini memang bisa dikendalikan tidak hanya dengan keyboard dan mouse saja.

Esensi game ini hadir di platform PC tentu saja menegaskan game ini didesain tetap menyenangkan saat dimainkan dengan gaya bermain game PC. Saya masih harus menggerakkan mouse dan mengklik bagian tanaman untuk membuat karakter menebarkan bibit atau memerah susu dari sapi yang ada dipeternakan.

Alangkah lebih mudah apabila sistem kendalinya menyerupai game mobile atau menggunakan controller seperti PlayStation dan sejenisnya. 

Beruntung konfigurasi sistem kendali ini tersedia jadi saya sangat menyarankannya untuk beralih dari sistem kendali ala PC yaitu menggunakan keyboard dan mouse.

Kesimpulan
Harvest Moon: Light of Hope memang menyajikan sebuah nostalgia yang sesuai janji. Namun, tentu saja sebuah game yang sudah hadir cukup lama seharusnya bisa menyajikan ide segar atau inovasi yang membuat pemainnya juga menemukan pengalaman yang baru.

Formula gameplay Harvest Moon memang sudah sangat pas. tapi bukan berarti pemain tidak menantikan hal yang baru. Justru sisi tampilan grafis yang selama ini tidak pernah dipermasalahkan malah kini membuat game tersebut menjadi melenceng yakni lebih tepat disajikan sebagai game mobile.

Euforia nostalgia hanya dirasakan pada bagian awal saja. Akibat gameplay yang tidak berbeda dengan seri-seri terdahulunya, hal ini terasa repetitif dan membosankan. 

Platform: PlayStation 4, PC, Nintendo Switch
Developer: Tabot Inc. dan Natsume Inc.
Publisher: Natsume Inc.
Tanggal Rilis: 15 November 2017
Jenis: Farming simulator, role-playing game
 
 
6.8
Harvest Moon: Light of Hope
Plus
  • Gameplay formulai farming simulator Harvest Moon terdahulu masih digunakan
  • Tersedia konfigurasi sistem kendali atau controller
  • Nostalgia dengan franchise game Harvest Moon
Minus
  • Grafis tidak lebih baik, terasa seperti game mobile
  • Gameplay tidak ada improvisasi
  • Antarmuka atau sistem kendali permainan versi PC rumit

 


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

1 day Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.