Studio Agate dan Mfun Gelar Kompetisi Pembuatan Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Aug 2018 18:02 WIB
games
Studio Agate dan Mfun Gelar Kompetisi Pembuatan Game
Ilustrasi.

Jakarta: Dari data yang dipaparkan saat acara Game Prime 2018, disebutkan bahwa Indonesia adalah pasar game terbesar di Asia Tenggara dengan total nilai bisnisnya mencapai USD500 juta atau Rp7,3 triliun. Namun, pengembang game lokal hanya mencicipi kurang dari dua persennya.

Atas kondisi tersebut dan didorong kualitas pengembang game lokal yang sebetulnya tidak kalah bagusnya, Mfun menggandeng studio lokal Agate bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar kompetisi pembuatan game untuk developer lokal.

Kompetisi yang diberi nama "Make It Fun 2018" ini tidak hanya untuk developer game lokal, tapi juga siswa atau pelajar yang membuktikan bahwa mereka mampu mengembangkan sebuah game paling kreatif di Indonesia.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif di kancah pengembangan game nasional, sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam mendesain dan menciptakan game," jelas Co-founder Mfun Brian Fan.

Pihak Mfun mengklaim bahwa sejak pembukaan bulan lalu hingga saat ini, sudah ada 200 pendaftar yang ingin bergabung dalam "Make It Fun 2018". Pendaftarannya akan ditutup pada 31 Oktober 2018.

Dijelaskan bahwa peserta wajib menyelesaikan kursus singkat tentang pengembangan game secara online selama 10 jam. Kursus online yang disediakan oleh Mfun tersebut dapat diakses di tautan website Agate, setelah itu baru mereka diberikan kesempatan  mengembangkan game untuk didaftarkan ke situs Mfun.

Sebelum memasuki tenggat yang ditentukan, peserta diharapkan sudah mengirimkan beberapa screenshot, deskripsi gim secara tertulis, playable build, serta video gameplay dari game yang telah mereka buat.



Di akhir kompetisi, seluruh peserta dan finalis akan memperoleh sertifikat kepesertaan yang diresmikan bersama-sama oleh Mfun, Agate, dan AGI. Seluruh pemenang akan mendapatkan Mfun token dari Mfun dengan nilai tertentu, dan akan berkesempatan memasang game yang mereka buat di  Mfun untuk diuji coba.

"Kami melihat bahwa geliat industri game nasional menghadirkan beragam tantangan baru serta dampak tersendiri yang perlu segera diantisipasi oleh seluruh stakeholder terkait, dari bagaimana mencari solusi yang tepat sasaran, mencari formula jitu dalam mengembangkan talenta-talenta baru dan fasilitas yang memadai, serta mendukung terbangunnya regulasi dan atmosfer industri yang mendukung," beber Ketua AGI Narendra Wicaksono.

Seperti yang sudah diketahui bahwa industri game menjadi lahan subur baru bagi industri kreatif, tetapi sejauh ini masih didominasi oleh internasional. Padahal, di Indonesia cukup banyak talenta yang bisa menghasilkan karya yang sama bagusnya, bahkan lebih baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.