Tencent Dukung Perkembangan Esport AOV di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 28 Aug 2018 08:03 WIB
games
Tencent Dukung Perkembangan Esport AOV di Indonesia
Tencent mengumumkan siap memberikan dukungan terkait dengan perkembangan e-Sport di Indonesia.

Jakarta: Tencent mengumumkan dukungannya untuk turut mengawal dan membantu Indonesia terkait dengan perkembangan ranah esport. Hal ini diutarakan Tencent, bersamaan dengan penyataan bangganya terhadap game Arena of Valor (AOV).

Sebagai informasi, AOV terpilih sebagai satu-satunya game mobile yang didemonstrasikan pada ajang Asian Games 2018 ini. Selain memberikan dukungannya, Tencent juga mengumumkan peta jalan dalam membantu memperkuat ekosistem esport di Indonesia.

"AOV menjadi game mobile satu-satunya di Asian Games. Ini merupakan langkah besar. Dukungan Tencent terhadap perkembangan esport di Indonesia karena melihat peluang bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu negara dengan industri esport yang besar di masa mendatang," ujar Head-AOV Marketing Regional Head - AOV Indonesia Fenfen You.

Secara lebih detil, Director - AOV Global Esports Icy Liu menyebut bahwa Tencent berupaya menghadirkan berbagai program, seperti The First AOV Four Country League, AOV Esport Academy, Caster Hunt, Profesional Training Environment, Cross Country Communication, More Exposure of Esport Club and Salary of Coach.

Melalui program ini, Tencent dan Garena berharap tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan teknis pemain AOV, juga meningkatkan kesadaran dan keuntungan pemain di industri esport, baik secara lokal, regional, maupun secara global.

Dukungan Tencent juga disebutnya akan diwujudkan dengan lebih banyak mengundang tim profesional untuk bertanding dengan pemain di Indonesia.

Hal ini ditujukan agar tim pemain dari Indonesia dapat berlatih melalui pertandingan dan mempelajari gaya dan sistem berbeda dari masing-masing tim profesional tersebut. 

Tencent juga berencana menyediakan master server, agar pemain AOV di  dunia dapat berlatih dengan baik.

Tencent mengaku yakin bahwa perusahaanya dapat menyediakan perlengkapan terbaik agar dapat meningkatkan kualitas klub esport, khususnya di Indonesia, sehingga pertumbuhan ekosistem ikut terbantu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.