Mulai Ekspansi, Tencent Bawa AoV ke AS

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 19 Dec 2017 13:48 WIB
games
Mulai Ekspansi, Tencent Bawa AoV ke AS
Tampilan gameplay dari Arena of Valor (AoV) yang merangkum game genre MOBA ke dalam platform game mobile.

Jakarta: Tencent memulai ekpansi ke kawasan Amerika dengan memanfaatkan kesuksesan game mobile bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) Arena of Valor atau yang disingkat AoV.

Dilaporkan Engadget, Tencent akan merilis game tersebut untuk kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan pada tanggal 19 Desember 2017 waktu setempat. Rencananya, Aov akan dirilis bersamaan untuk iOS dan Android.

Sebelumnya AoV sudah dirilis untuk kawasan Eropa pada bulan Agustus. Responsnya diklaim cukup positif karena hingga saat ini game tersebut sudah mengantongi jumlah unduhan mencapai 2 juta kali.

Apabila AoV juga sukses di kawasan Amerika, dipastikan selanjutnya Tencent akan sukses berekspansi dari kawasan Asia dan negara asalnya. Seperti yang diketahui selama ini perusahaan asal Tiongkok sulit untuk bisa masuk kawasan Eropa dan Amerika.

Permasalahannya adalah mereka kesulitan untuk melokalkan konten yang dibuat untuk pasar Eropa dan Amerika. Padahal, dari segi jumlah pengguna modal julah pengguna di Asia dan Tiongkok sendiri berhasil mengalahkan jumlah pengguna layanan atau konten digital di Eropa dan Amerika.

AoVsendiri merupakan game Tencent yang bernama asli Honour of Kings untuk tumbuh di luar Tiongkok. Dari segi karakter game AoV lebih banyak mengadopsi cerita dan karakter fantasi dari budaya Barat ketimbang Tiongkok sendiri.

Jika di Tiongkok game ini terhubung dengan layanan WeChat milik Tencent, di luar Tiongkok mereka merelakan game ini terhubung dengan media sosial Facebook agar berhasil beradaptasi dengan pasar yang dituju.

Tencent tampaknya cukup optimistis karena mereka juga memiliki game serupa untuk platform PC bernama League of Legends yang sudah menjadi salah satu game esport.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.