Pokemon Go

Niantic Bayar Rp21,7 Miliar Demi Selesaikan Tuntutan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 01 Apr 2018 17:54 WIB
gamespokemon go
Niantic Bayar Rp21,7 Miliar Demi Selesaikan Tuntutan
Ilustrasi.

Jakarta: Pada bulan Juli tahun lalu, Niantic mengadakan festival Pokemon GO yang diadakan di sebuah taman di Chicago.

Secara teori, para pemain yang datang dari berbagai lokasi bisa berjalan-jalan di Grant Park, Chicago untuk bertemu dengan pemain Pokemon Go lainnya dan bermain bersama, menangkap Pokemon.

Sayangnya, rencana itu tidak berjalan sesuai rencana. Masalah logistik dan jaringan seluler membuat game Pokemon Go tidak bisa dimainkan, yang membuat festival ini berakhir sebelum dimulai. Para pemain yang datang kecewa. Sebagian dari mereka bahkan menuntut Niantic, lapor TechCrunch

Niantic dengan cepat mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan uang tiket para pemain. Selain itu, mereka juga memberikan mata uang dalam game senilai USD100 (Rp1,4 juta).

Meskipun begitu, ada sekitar 20 ribu orang yang datang dari luar kota yang harus menyewa hotel, membayar biaya transportasi dan lain sebagainya. 

Niantic memutuskan untuk menyelesaikan tuntutan ini dengan membayar USD1.575.000 (Rp21,7 miliar) pada para pengunjung festival untuk menggantikan berbagai biaya yang mereka keluarkan, seperti tiket pesawat, biaya hotel, biaya parkir hingga dua hari, biaya sewa mobil, tol dan biaya bensin. 

Menurut dokumen yang dimasukkan ke pengadilan di Chicago, akan dibuat sebuah situs resmi yang bisa diakses hingga 25 Mei 2018. Para pengunjung juga akan mendapatkan email yang memberitahukan tentang keberadaan situs tersebut.

Orang-orang yang ingin mengambil biaya ganti rugi sudah harus melakukan check-in pada GO Fest dengan tujuan untuk mencegah orang-orang yang membeli tiket dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi dari mengambil ongkos pengganti.

Selain itu, pengunjung yang ingin mendapatkan uang kembali lebih dari USD107 (Rp1,5 juta) harus memberikan bon sebagai bukti. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.