Indonesia Gelar Kompetisi Esport Resmi Tingkat Kampus

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 30 Jan 2019 17:11 WIB
gamesesport
Indonesia Gelar Kompetisi Esport Resmi Tingkat Kampus
Peresmian IEL 2019 University Series.

Jakarta: Indonesia kedatangan kompetisi esport baru, khusus untuk tingkat kampus atau perguruan tinggi. Kompetisi ini digagas oleh organisasi Mix 360 Esports, menggandeng beberapa lembaga pemerintahan.

Mix 360 Esports mengumumkan IEL (Indonesia Esports League) 2019 University Series, yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), dan Asosiasi Esport Indonesia (IESPA).

Tidak hanya dukungan dari pemerintah Indonesia, pihak Mix 360 Esports juga menyatakan kompetisi sudah mendapatkan pengesahan dari Federasi Olaharaga Elektronik Asia (AESF).

"Misi kami dalam penyelenggaraan IEL 2019 University Series adalah mempersiapkan calon atlet esport khususnya di tingkat universitas agar bisa masuk pelatnas untuk SEA Games 2019 di Manila Filipina yang akan digelar tahun ini," tutur Chief Operational Officer Mix 360 Esports, Harry Kartono.

Kompetisi esport antar kampus yang pertama dan resmi ini baru menyertakan 12 kampus dan dua game yang dipertandingkan. Kampus peserta IEL 2019 University Series adalah Universitas Bina Nusantara, Universitas Tarumanegara, Universitas Trisakti, Universitas Indonesia, dan Universitas Bunda Mulia.

Kemudian ada Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Kristen Petra, Universitas Dian Nuswantoro, UPN Veteran, Universitas Ciputra, dan Universitas Gadjah Mada. Game yang dipertandingkan adalah DOTA 2 dan Mobile Legends: Bang Bang.

"Syarat utama untuk memajukan esport di tanah air adalah dengan mengubah paradigma tradisional para orangtua dan institusi pendidikan terhadap esport, sehingga mereka turut mendukung pembinaan talenta berbakat di ranah esport," jelas Harry.

Kompetisi ini akan mulai berlangsung pada bulan Februari dan Maret untuk Group Stage, sementara babak Semifinal dan Grand Final akan berlangsung di bulan April. IEL 2019 University Series menyiapkan hadiah total senilai Rp1 miliar.

"Kompetisi ini sejalan dengan tujuan dibentuknya IESPA, menumbuhkan semangat berkompetisi melalui esport dan mendorong komunitas sekaligus industri esport di Indonesia. Harapan utamanya adalah bisa menjaring bibit talenta baru yang berprestasi terutama menghadapi SEA Games tahun ini," tutur Presiden IESPA Eddy Lim.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.