Telltale Rumahkan Banyak Karyawan?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 22 Sep 2018 10:16 WIB
games
Telltale Rumahkan Banyak Karyawan?
The Walking Dead merupakan salah satu judul buatan Telltale Games.

Jakarta: Telltale Games, studio game yang membuat game berbasis episode seperti The Walking Dead, The Wolf Among Us dan Batman: The Enemy Within merumahkan banyak karyawannya.

Perusahaan itu hanya akan mempertahankan sebuah tim yang berisi 25 orang. Menurut beberapa narasumber The Verge, para karyawan yang dirumahkan tidak mendapatkan uang pesangon.

"Hari ini, Telltale Games membuat keputusan sulit untuk memulai penutupan besar-besaran setelah satu tahun menghadapi masalah yang tidak bisa diselesaikan," kata Telltale dalam sebuah pernyataan resmi.

"Sebagian besar karyawan perusahaan dirumahkan pagi ini." Sementara karyawan yang masih tersisa akan "memenuhi kewajiban perusahaan pada rekan dan dewan perusahaan."

Season pertama dari seri The Walking Dead dirilis bulan lalu. Episode kedua dari season tersebut direncanakan akan diluncurkan minggu depan. Karyawan Telltale diberitahukan tentang pemecatan ini hari ini dan diberikan waktu sekitar 30 menit untuk keluar dari kantor, menurut salah seorang narasumber. 

Telltale sebelum ini telah mengumumkan adanya season kedua dari The Wolf Among Us dan sebuah game yang didasarkan pada Stranger Things dari Netflix. Mereka tidak membahas tentang kelanjutan dari kedua proyek itu, tapi tampaknya, masa depan kedua proyek itu suram.

Di Twitter, seorang mantan penulis utama Telltale mengatakan, "Saya sangat sedih karena saya tidak akan bisa menunjukkan pada Anda."

Pemecatan ini terjadi beberapa bulan setelah muncul kabar bahwa Telltale memiliki manajemen yang kacau, memaksa para karyawan untuk bekerja lembur terus menerus. Padahal, Telltale sempat sukses dengan game-game ternama seperti Game of Thrones dan Minecraft. 

Pada bulan Juni, Co-founder dan mantan CEO Telltale Kevin Bruner menuntut perusahaan. Telltale menyebutkan bahwa tuntutan itu "tidak berdasar" dan merupakan "cara untuk membalas dendam pada perusahaan yang sedang memiliki masalah finansial."

Ini bukan kali pertama Telltale merumahkan karyawannya. Pada November lalu, mereka juga memecat 90 orang, yang merupakan 25 persen dari total karyawan mereka.

"Kenyataan dari lingkungan yang kita hadapi memaksa kita untuk berubah dan juga menyesuaikan perusahaan dengan fokus untuk memberikan game yang lebih baik dalam jumlah yang lebih sedikit dengan tim yang lebih kecil," kata CEO Pete Hawley ketika itu. 

"Ini adalah tahun yang sulit bagi Telltale seiring dengan usaha kami untuk memperbaiki perusahaan," kata Hawley hari ini. "Sayangnya, kita kehabisan waktu untuk mencapai hal itu.

"Kami telah merilis beberapa konten terbaik kami tahun ini dan mendapatkan respons yang sangat positif. Tapi hal ini tidak berujung pada pembelian. Dengan hati berat, kami harus melepaskan teman-teman kami untuk menyebarkan gaya penceritaan kami di industri game."


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

21 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.