Ini Alasan Square Enix Lepas IO Interactive dan Seri Hitman

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 28 Nov 2017 16:15 WIB
industri game
Ini Alasan Square Enix Lepas IO Interactive dan Seri Hitman
Square Enix melepas IO Interactive dan Game Hitman bukan tanpa alasan (gambar: istimewa)

Jakarta: Pada bulan Juni kemarin IO Interactive akhirnya resmi lepas dari Square Enix dan menjadi studio game independen. Lepasnya IO Interactive memang sangta mengejutkan banyak pihgak dari industri game.

Pasalnya, hak cipta dan lisensi game Hitman juga masih dipegang IO Interactive. Padahal popularitas game tersebut sedang naik berkat seri Hitman terakhir. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Saat diwawancara oleh GamesIndustry, CEO Square Enix Yosuke Matsuda mengatakan pihaknya memang harus melepas IO Interactive bersama Hitman karena studi tersebut bakal lebih maju dan berkembang jika tidak berada di bawah naungan Square Enix.

Hal tersebut dikarenakan sumber daya Square Enix yang terbatas dan saat ini mereka sedang mengerjakan proyek besar. Selain itu, Matsuda tidak ingin game Hitman gagal di pasar karena kekurangan sumbar daya saat pengembangannya.

"Secara pribadi saya sangat suka dengan game Hitman. Game tersebut sangat unik, namun saya tetap harus mempertimbangkan berapa sumber daya yang harus dikeluarkan untuk membuat game sekelas Hitman," ujar Matsuda.

"Kami tidak ingin kualitasnya dikorbankan karena sumber daya yang terbatas."

Matsuda juga bercerita studio Square Enix di luar dan dalam Jepang sering mengalami konflik karena masing-masing ingin memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan gamenya.

Matsuda khawatir jika Square Enix memberikan sumber daya yang kurang untuk pengembangan Hitman, game tersebut bakal menjadi buruk. Untuk itulah melepas IO Interactive bersama Hitman merupakan pilihan yang terbaik.

"Bagi saya bukan game Hitman jika developer-nya bukan IO Interactive," lanjut Matsuda.

Langkah Square Enix kali ini memang sangat berbeda dengan publisher game lainnya. Biasanya ketika publisher kekurangan dana, maka studio yang membuat game tersebut dibubarkan dan game buatannya akan dibuat kemudian oleh studio game lain.

Namun cara tersebut tentunya akan mengorbankan esensi dari sebuah game yang bakal berubah drastis ketika studio game lain yang membuatnya.

Salah satu contoh kasus tersebut adalah ketika EA mengakuisisi Westwood yang merupakan developer seri game RTS Command & Conquer. Arah game Command & Conquer berubah drastis setelah akuisisi karena mulai dibuat oleh studio yang berbeda. 

EA bahkan beberapa kali membentuk studio game baru khusus untuk mengembangkan seri game RTS tersebut, dan produknya tetap tidak diterima oleh gamer. Saat ini, seri Command & Conquer sudah mati dan tidak ada lagi kabar EA akan melanjutkannya lagi.

Sementara itu, sumber daya Square Enix kali ini sedang dialokasikan untuk game Avengers baru yang bekerjasama dengan Marvel. Game tersebut dikerjakan oleh dua studio besar Square Enix, yaitu Eidos Montreal dan Crystal Dynamics. Proyek game ini juga membuat pengembangan game Deus Ex harus ditunda sementara.


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /