Bagaimana Masa Depan Fable di Tangan Microsoft?

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 30 Oct 2017 17:51 WIB
games
Bagaimana Masa Depan Fable di Tangan Microsoft?
Apakah game Fable baru akan kembali muncul?

Metrotvnews.com: Bulan Maret 2016, Microsoft resmi menutup Lionhead, studio game yang selama ini bertugas mengembangkan game Action-RPG Fable.

Penutupan studio game tersebut secara otomatis mematikan pengembangan berbagai seri game Fable, termasuk Fable Legends yang sebelumnya direncanakan untuk Xbox One dan PC.

Meski demikian, gaung seri game Fable masih belum padam. Bahkan, salah satu petinggi Microsoft ingin sekali seri game tersebut kembali digarap.

Petinggi yang dimaksud adalah Shannon Loftis, GM untuk Xbox First Party Publishing. Dalam wawancaranya bersama Gamespot di acara PAX Australia, Loftis mengatakan Microsoft masih menyukai Fable sebagai sebuah seri game. Loftis mengatakan dirinya pindah ke Inggris beberapa tahun yang lalu untuk membantu Lionhead mengembangkan Fable.

"Fable sangat dekat dengan saya. Bahkan, saya pindah ke Inggris beberapa tahun yang lalu karena untuk menukung pengembangan Fable II," ujar Loftis. "Saat ini Fable hadir dalambentuk card game. Kami sangat menyukainya dan game tersebut akan terus dikembangkan."

Ketika ditanya mengenai kelanjutan seri game Fable, Loftis memang belum mau membeberkan apa yang direncanakan Microsoft. Namun, yang menarik adalah ia sangat berharap seri game tersebut kembali dikembangkan. 

"Saya tidak bisa mengatakan pastinya. Saya berharap sekali bisa pergi sekali lagi ke Albion (nama tempat di Fable)," lanjut Loftis.

Peran Loftis dalam mengembalikan seri game Fable memang sangat besar karena ia menjembatani Microsoft dengan developer game. Menurutnya, ada sekitar 350 hingga 400 game yang masuk ke dalam daftar game yang akan dirilis oleh Microsoft setiap tahunnya. Pertanyaannya, apakah di anatara game tersebut ada sebuah game Fable baru?

Analisa Gamespot mengatakan Microsoft tampaknya ingin "mengistirahatkan" seri game Fable sejenak sebelum akhirnya kembali diangkat. Strategi ini sudah banyak digunakan oleh publisher lainnya, seperti EA dengan Mass Effect dan Ubisoft dengan Assassin's Creed.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga ingin Fable kembali dirilis?


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.